Tentara myanmar berjaga di Maungdaw di bangsa bagian Rakhine, Myanmar, 27 September 2017. (Foto: AFP)

Kelompok hak asasi human mengatakan, Selasa (8/9), dua tentara yang membelot dari tentara Myanmar dalam kesaksian di video clip mengatakan bahwa mereka diperintahkan melalui komandan mereka untuk "menembak semua apa Anda melihat dan yang Anda dengar" di desa-desa secara spasial tinggal minoritas Muslim Rohingya.

Anda sedang menonton: Video pembantaian rohingya di myanmar 2017

Kantor berita Associated tekan melaporkan komentar apa tampaknya membujuk publik pertama oleh tentara mengenai keterlibatan tentara batin pembantaian, pemerkosaan, dan vice lainnya terhadap Rohingya di negara mayoritas Buddha itu. Doan Fortify benar menyarankan agar mereka dapat memberikan membuktikan penting karena penyelidikan yang sedang dilakukan melalui Pengadilan pidana Internasional.

Lebih dari 700 ribu rakyat Rohingya luput dari Myanmar nanti negara tetangga Bangladesh since Agustus 2017. Militer myanmar menyebutnya such kampanye pembersihan menyusul serangan oleh dicuri pemberontak Rohingya di negara bagian Rakhine. Pemerintah myanmar membantah tuduhan bahwa legiun keamanan melakukan pemerkosaan dan pembunuhan massal, serta meluncurkan ribuan rumah.


*

Fortify Rights, yang fokus pada isu Myanmar, mengatakan dua korps itu luput dari negara itu bulan lalu, dan diyakini berada batin tahanan makanan Kriminal internasional di Belanda, yang menyelidiki melecehkan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Lihat lainnya: Live Streaming Dortmund Vs Madrid, Borussia Dortmund Vs

Menurut Fortify Rights, prajurit Myo win Tun (33 tahun), dan Zaw Naing Tun (30 tahun), apa bertugas di batalyon infanteri apa terpisah, memberikan “nama dan berperingkat 19 pembunuh itu langsung dari tentara Myanmar, tersirat mereka sendiri, serta enam komandan senior.... Mereka mengklaim memerintahkan atau berkontribusi pada keburukan kekejaman terhadap Rohingya.”

Video-video menemani itu direkam diatas Juli kapan para prajurit berada dalam tahanan tentara Arakan, sebuah kelompok gerilyawan etnis di Rakhine yang terlibat dalam konflik bersenjata mencapai pemerintah. Kata doan hak asasi umat ​​manusia itu, video juga dilengkapi dengan teks terjemahan batin bahasa Inggris. Video-video tersebut diungah di laman akunFortify izin di situs berbagi video. Associated tekan melihat video-video akun itu di situs tersebut.-


*

Fortify benar mendesak agar kedua mantan tentara itu diadili malalui Pengadilan kejahatan Internasional, dan demands pengadilan memberikan mereka perlindungan kemudian saksi.

Mahkamah internasional adalah pengadilan bisa digoreng PBB. Lembaga ini rampung perselisihan antar country dan noel menuntut individu. Piring Pidana Internasional, yang berupaya demands pertanggungjawaban individu atas kejahatan, belum mengeluarkan dakwaan publik batin penyelidikan yang dilakukannya. Senin pengadilan tersebut berbasis di Den Haag, Belanda.