*
“Jangan pergi,” kata Joon Jae. “Jangan pergi?” tanya Chung terharu. Joon Jae mengiyakan. Ia meraih memanggang Chung dan mengajaknya pulang. Tapi tiba-tiba ia meringis kesakitan lalu memukul pingsan. Chung panik dan terus memanggil namanya sambil menangis. Wah, yang nemu mutiaranya kebahagiaan banget... Batin keadaan tak sadar itu, Joon Jae bermimpi ia berada dalam sebuah ruangan full cermin. Tiba-tiba muncul sosok lain di belakangnya. Ia berbalik dan lihat orang apa selama ini muncul batin mimpinya. Orang yang berwajah kemiripan dengannya. Keduanya nampak terkejut. Dam Ryeong terbatas memperkenalkan dirinya. Ia berkata jika Joon Jae adalah dirinya di kehidupan apa akan datang maka ia ingin Joon Jae sembuh perkataannya nanti terjaga nanti. “Semua terulang dengan sendirinya. Takdir yang terjadi di sini tambahan terjadi di sana. Implisit takdir buruk. Lindungi feminin itu dari orang yang berbahaya.”
*
*
Joon Jae terbangun. Ia lanskapnya dirinya cantik dikerumuni kawanan orang sementara Chung dan petugas berusaha menyadarkannya. Joon Jae bangkit kedudukan dan menenangkan mereka kalau ia baik-baik saja. Chung berkali-kali meminta apakah Joon Jae baik-baik saja. Joon Jae meyakinkannya kalau ia noel apa-apa. Tidak punya berpikir lagi, Chung memeluk Joon Jae erat-erat. Joon Jae menepuk-nepuk punggungnya sambil berkata ia baik-baik saja.
*
*
batin perjalanan pulang, Joon Jae teringat kalau Chung also mengeluh sakit sebelumnya. Chung berkata ia noël sakit lagi. Joon Jae bertanya maafkan saya Chung berniat pergi diam-diam nanti selama ini terus merongrongnya. “Kau ini menakutkan. Jika kau pergi, usai mana? mencapai siapa? Pegawai negeri itu?” omelnya. “Jeong Hoon siap pergi,” kata Chung sedih. “Kenapa? dialah pergi ke mana?” “Jauh.” “Jadi kau juga berencana menyusulnya usai tempat yang jah? what dia mnegajakmu tretan jauh buat makan ramyun (bermalam)?” Joon Jae increasingly cemburu. Chung terbatas berkata kalau Jeong Hoon bukanlah orang apa memasakkan ramyun untuknya. Joon Jae terkejut. Ada pria go lagi? Ia meminta siapa pria itu. Chung berkata ia noel bisa mengatakannya.
*
*
Joon Jae bawa Chung ke mesin play capit boneka di dokter sebuah minimarket. Lihat itu terdapat kerumunan boneka dan ia menyuruh Chung menyeleksi salah satu. Chung memilih wayang gurita pink. Joon Jae berkata Chung harus mendapatkan boneka gurita menyertainya bagaimanapun caranya. Chung mencoba menangkap wayang gurita dan berhasil. Tapi saat mendekati lubang, boneka itu terlepas dari kaitannya. “Aku hampir melakukannya,” katanya kecewa. “Kau benar, hampir bukan? Tapi noël benar-benar keluar. Sama such kehidupan, mungkin berhasil sanggup tidak. Tapi jika kau menyerah di sini, maka gurita pink yang kaupilih noël akan pernah mungkin keluar. Mencoba lagi.” Chung mencobanya lainnya tapi lagi-lagi boneka itu slam sebelum keluar. Ia berkata sepertinya noël akan berhasil. Kau become menyerah lagi, meminta Joon Jae. “Jika kau sudah memutuskan, kau tidak boleh menyerah sampai itu dulu milikmu. Siapa tahu itu gurita atau....yang lainnya.” Gurita pink = Joon Jae XD Chung berkata ia become mencoba lagi. Dan lagi...dan lagi...sampai setumpuk koin. Joon Jae finite berkata sepertinya ada apa salah dengan mesin itu. Sepertinya ada sekrup apa sengaja dilonggarkan pada pengaitnya. Ia mengajak Chung pulang. “Dan menyerah?” bertanya Chung. “Ini bukan menyerah. Tapi memegang sementara waktu.” “Sampai go kali?” bertanya Chung disusul kalimat di atas drama apa pertama ia tonton. Joon Jae tersenyum dan mengusap utama Chung. Ia dipuji Chung sekarang pintar. Ia berkata pokoknya Chung noël boleh menyerah atas maafkan saya yang sudah dipilihnya.
*
*
Mereka tiba di rumah. Nam Doo dan Tae Oh sudah menunggu. Nam Doo langsung memberondong Joon Jae dengan pertanyaan mengenai pria yang menyerangnya. Karena mereka memiliki kawanan musuh, ia kesulitan menemukan siapa pelakunya. Tapi mata Joon Jae terpaku di atas layar TV apa sedang menyiarkan berita. News mengenai Ma Dae Young yang tertangkap kamera CCTV di dalam penyamaran. Ia berkata akun itu orangnya. “Dia pergilah topinya aku ini,” celetuk Chung. Joon Jae tanya apakah Chung mengenalnya juga. Orang apa datang nanti rumah mengenakan seragam polisi. Chung berkata Dae Young juga mengenakan topi hitam. “Kau melihatnya lagi setelah hari itu?” bertanya Joon Jae kaget. “Iya, saat aku pemisah brosur.” Nam Doo berkata ia sampai merinding. Ma Dae Young menguntit Chung? Kenapa?

*
*

Joon Jae malah memarahi Chung untuk tidak memberitahunya. Ia bertanya maafkan saya Chung bodoh. Chung bingung kenapa Joon Jae tiba-tiba marah. Nam Doo membela Chung yang noel tahu siapa Dae Young. Sama such mereka yang juga baru tahu. Enim kenapa Joon Jae dituduh Chung? Tae oh ikut memelototi Joon Jae. Joon Jae naik ke atas mencapai kesal. Khawatir dia bro ;p

*
*

Nam Doo menyusulnya. Joon Jae tak habis pikir mengapa Dae Young menguntit Chung. Nam Doo mengingatkan kalau Joon Jae juga diikuti, ~ dipanggil dan hampir dibunuh. Joon Jae berkata itu sebabnya ia tak habis pikir mengapa Dae Young target Chung juga. Tiba-tiba ia teringat kata-kata Dam Ryeong bahwa takdir buruk juga terulang lagi. Agar ia melindungi Chung dari setiap orang berbahaya. Ia finite memberitahu Nam Doo kalau ia bermimpi ia hidup di dalam jaman Joseon dan mengenakan gelang Dam Ryeong itu. “Jadi di dalam mimpimu kau adalah Kim Dam Ryeong? mungkin saja karena aku juga bermimpi aku adalah gen Lee sunlight Shin usai menonton Roaring Currents,” ujar Nam Doo. Joon Jae berkata ia noël membicarakan mimpi tak masuk nalar macam itu. Tapi Nam Doo berkata justru mimpi Joon Jae apa tak masuk akal. Ia bertanya apa rasanya sepertinya melihat hayatnya terdahulu Joon Jae. “Rasanya noel seperti kehidupan terdahulu, tapi such dunia apa paralel. Diriku batin dunia apa lain.” Nam Doo makin perhitungan itu tak memasukkan akal. Ia berkata itu buat ia terus membicarakan gelang itu dan Shi Ah memberitahu soal relik dari kapal. Itulah apa menyebabkan mimpi Joon Jae. “Kenyataan mempersiapkan mimpi. Kau yang mempelajari ilmu pikiran. Bagaimana bisa kau tidak menyadarinya?” Joon Jae menganggap catatan Nam Doo memasukkan akal. Ia dirasa dirinya noël fokus akhir-akhir ini. Nam Doo menghiburnya ini could pertanda kalau aksi terlalu tinggi mereka ini adalah berhasil. Proyek Ahn Jin Joo.

*
*
Jin Joo sedang ngerumpi bersana temannya di telepon. Mereka membicarakan Yoo Na. Jin Joo mendengarkan dari temannya kalau ibu Yoo Na ingin memasukkan Yoo Na dalam tim pemain renang sekolah mereka. Tapi teman Jin Joo memahami permintaan itu. Jin Joo kala senang. Ke selesai menelepon, Jin Joo meminta pada suaminya mengenai perkembangan menjangkau Presdir Heo. Suaminya mengeluh ia cantik mengundang Presdir Heo makan malam together tapi selalu sibuk dan noel membuat janji bertemu. Jin Joo ikut mengeluh ia siap mengirim kawanan makanan buat Presdir Heo. Suaminya berkata Presdir Heo ndak orang yang mudah. Jika ada menginvestasikan menguntungkan pasti become dilakukan personally dan noël akan memberitahu mereka. Jin Joo berkata menyertainya sebabnya mereka berusaha tangguh agar Presdir Heo mau berbagi investas menjangkau mereka. Ia siap kesulitan mencari cara untuk menyembunyikan dananya. Ia terutang berhati-hati agar tidak tertangkap auditor atau melayani pajak. Mereka menyimpannya mencapai darah dan keringat mereka. Mereka bertekad noël akan menyia-nyiakan usaha mereka. Padahal dana penggelapan >,
*
*

Ma Dae Young menyamar were pegawai pos agar sanggup menemui Nyonya Kang. Nyonya Kang marah-marah untuk Dae Young berani muncul di rumahnya. Tapi Dae Young berkata ia kedinginan, kelaparan dan knalpot uang. Nyonya Kang memberinya segepok uang dalam amplop. Dae Young berkata Joon Jae ndak sasaran mudah buat tiap kali mensukseskannya lolos. Nyonya Kang memberitahunya kalau Presdir Heo hendak mengesahkan surat wasiatnya. Bisa-bisa ia kehilangan segalanya dan maafkan saya yang bisa ~ mereka lakukan jika Presdir Heo memberikan semuanya pada Joon Jae. Chi Hyun pulang. Nyonya Kang cepat-cepat menyuruh Dae Young pergi. Chi Hyun agak curiga pegawai pos datang selarut ini. Nyonya Kang beralasan ini beranjak tahun enim pekerjaannya menumpuk.

*
*
Mereka masuk nanti dalam. Chi Hyun meminta apakah ibunya dengar kabar soal Joonn Jae. Nyonya Kang berkata ia tidak tahu. Chi Hyun berkata ia noel sengaja pertemuan Joon Jae baru-baru ini. Nyonya Kang bertanya apakah Chi Hyun memberitahu ayahnya. Chi Hyun memastikan ia memberitahu ibunya lebih dulu. Nyonya Kang bersinar lega. Ia berkata sebaiknya Chi Hyun noël memberitahu ayahnya dulu buat sementara buat akhir-akhir ini Presdir Heo sedang stress. “Apa medang sudah untuk mengetahui di mana Joon Jae tinggal?” “Sudah kubilang aku noël tahu.” “Lalu kenapa Ibu noël bertanya lebih banyak? what Ibu noël penasaran setelah aku pertemuan dengannya?” Nyonya Kang berkata ia dan Presdir Heo mendesak terluka buat Joon Jae. Become aneh kelihatannya jika ia berminat soal Joon Jae sementara Presdir Heo tak take peduli. Chi Hyun berkata could saja ayahnya tidak melakukan itu karena memperhatikan perasaan mereka berdua. Nyonya Kang berkata ia menyesal menghubung Presdir Heo dan Joon Jae memburuk. Tapi ia mengakui ia tidak yakin apakah ia mau Joon Jae kembali. Ia bertanya apa mereka sanggup mempertahankan keadaan muncul jika Joon Jae kembali. What Chi Hyun bisa ~ mempertahankan apa yang dimiliki saat ini? “Ibu, aku mau melindungi Ibu,” kata Chi Hyun. “Puteraku yang baik. Tapi tugaskulah untuk melindungi kita berdua.” Chi Hyun nampak sedih mendengar kata-kata ibunya dan menghela nafas panjang.

Anda sedang menonton: Sinopsis legend of the blue sea episode 9

*
*

Joon Jae dkk sedang mengamati rekaman CCTV bagaimana itu? Dae Young terlihat di kamera namun wajahnya covert di terbalik topi. Mereka mengakui ia piawai mengelabui kamera CCTV hingga polisi noël berhasil menangkapnya sampai saat ini. Joon Jae menerima telepon dari nomor tak dikenal. Ia noel tahu Chi Hyun apa meneleponnya namun ia curiga buat Chi Hyun bertanya maafkan saya ia mengenal manajer Nam. Malah Chi Hyun lebih dulu yang mengenali suara Joon Jae. Ia sedang menelepon orang-orang yang berada batin daftar lebah telepon pengelola Nam. Joon Jae dengan ketus meminta bagaimana Chi Hyun bisa kenal nomor teleponnya. Chi Hyun berkata itu noël penting. Ia memberitahu mengenai keadaan pengelola Nam dan bicaralah dengan saya kalau nomor telepon Joon Jae adalah angka telepon last yang dihubungi manajer Nam.

*
*
mendengar kabar kecelakaan pengelola Nam, Joon Jae langsung pergi. Namun sebelum pergi ia menyadari Chung noel ada di rumah. Nam Doo dan Tae Oh juga tidak tahu Chung ke mana. Joon Jae memarahi mereka karena membiarkan Chung tretan di saat pembunuh gila berkeliaran. Nam Doo bertanya kenapa ia yang dimarahi. Ia berusaha menelepon Chung tapi ponselnya belum aktif juga. Terbatas Joon Jae melacak keberadaan Chung oleh GPS yang terpasang. Ia menyadari Chung sangat patuh pergi ke sana. Chung sedang mengunjungi temannya si gelandangan Hong. Ia menceritakan kalau Joon Jae didefinisikan berencana buat menyukainya. Masih ngga ngerti sih shang kok rencana-rencanaan XD
*
*
Gelandangan Hong berkata ini baru hari pertama, yang terpenting adalah making Joon Jae tergila-gila diatas Chung. Chung meminta bagaimana caranya buat itu satu-satunya cara ia bisa ~ tinggal di sini tanpa menderita. Gelandangan Hong berkata kekasih itu ada 3 tahap. Cinta romantis, cinta panas, dan “cinta kotor”. Ia tradisional langsung nanti tahap di atas tapi Chung harus awal dari yang romantis. “Bagaimana tercinta romantis itu?” “Minum teh, makan bersama, nonton bioskokp, antar pulang, saling mengirim pesan, mengunduh emoji baru, pergi melihat bintang, produksi acara untukmu, bersikap seri ulur, dan menyatakan cintanya padamu. Setiap orang ini pada akhirnya mengarah pada apa kotor.” “Aku penasaran dengan yang kotor.” Gelandangan Hong berkata belum saatnya untuk Chung. Shung just perlu menembak cinta. “Tembak? Itu bisa mengakibatkan kematian,” kata Chung terkejut. “Yah, mereka memang terutang menyukainya sampai mati. Lihat anak-anak muda itu,” ia menunjuk setelah arah sepasang muda. Sang pria sedang sibuk “menembakkan” anak panah asmara di ~ kekasihnya.” Ia bertanya maafkan saya Chung dan Joon Jae siap memiliki namu julukan masing-masing yang hanya mereka berdua yang tahu. Ia untuk menceritakan sebuah cerita pacar pertamanya menjulukinya “mong mong”(suara anjing) tapi didefinisikan berpisah nanti mereka bertengkar. Enim ia menawarkannya jangan menggunakan nama binatang untuk tidak akan berakhir baik. “Puteri duyung?” tanya Chung. “Puteri duyung? Kau harus menggunakan yang ada di dunia ini.” “Memangnya puteri duyung noël ada?” “Kenapa kau berbicara seakan (Han Christian) Andersen kehidupan kembali? Memangnya ada?” Gelandangan Hong jepit bertanya.

*
*

Mobil Joon Jae pegang di depan mereka. Joon Jae down dan menegur Chung untuk tidak angklung teleponnya. Ia berhenti saat lanskapnya Chung duduk dengan siapa. “Sapa dia, itu temanku,” kata Chung. Gelandangan Hong mengulurkan rumbai sambil menyapa. Joon Jae tersenyum sambil menyentuh rumbai gelandangan Hong sekilas. Ia menggaet Chung dan berbisik apakah Chung datang ke tempat ini tiap hari buat bermain menjangkau pengemis. “Aku bisa ~ mendengarnya, tahu!” kata Gelandangan Hong tersinggung. “Aku bukan pengemis! Aku ini gelandangan! rakyat jalanan!” Joon Jae cepat-cepat bawa Chung naik nanti mobil sementara gelandangan Hong berteriak. Seorang yang lewat memasukkan sekeping uang diatas cangkir bekas minuman gelandangan Hong. Hong protes ia bukan pengemis dan noël menerima gratisan. Tapi siapa yang peduli?

*
*
Joon Jae menjenguk manajer Nam. Istri pengelola Nam terus menangis memberitahu kedatangan Joon Jae di ~ suaminya apa masih belum sadar. “Suamiku...ini Joon Jae. Joon Jae apa kau linimasa melebihi anakmu sendiri. Kau selalu mengatakan Joon Jae kita, Joon Jae kita. Bangunlah,” isaknya. Joon Jae berkata pengelola Nam tidak pernah minum-minum lalu mengemudi. Ia menanyakan kotak hitam. Istri pengelola Nam berkata noël ada rekaman kotak hitam pada hari itu. Sepertinya rusak. Namun kecurigaan Joon Jae secepatnya terarah di atas Dae Young apa memiliki ponsel pengelola Nam.
*
*
Presdir Heo memeriksakan diri ke dokter langganannya. Ia didagnosa katarak traumatis dan ada luka kecil di korneanya. Dokter meminta apakah Presdir Heo pernah mengucek mata dengan keras ataukah tertusuk sesuatu. Tidak, jawab Presdir Heo. Just saja akhir-akhir ini penglihatannya buram dan meredup. Ia menduga untuk usianya apa lanjut. Tutur memberinya rumus obat dan menasihatinya agar membudaya kesehatannya. Jika terms mata Presdir Heo memburuk, noël ada cara lain selain transplantasi.
*
*
Chung menunggu Joon Jae keluar kamar rawat pengelola Nam. Chi Hyun menghampirinya. Chung langsung mengenalinya such “keluarga Joon Jae”. Chi Hyun tersenyum dan berkata setidaknya just Shim Chung yang menyebutnya familic Joon Jae. Ia bertanya maafkan saya Chung datang bersama Joon Jae. Chung mengangguk tapi ia mengingatkan kalau ia tidak akan putus mencapai Joon Jae. Chi Hyun tertawa dan berkata ia mengerti. Ia berkata mereka devoted pasti dekat, apa mereka become menikah? “Untuk sekarang, kita masih merencanakan.” “Merencanakan apa?” “Banyak hal.” Chi Hyun mengangguk, sepertinya ragu Chhung benar-benar akan menikah dengan Joon Jae. Chung berkata sebuah familic saling menjaga, bersikap manis dan hangat. Tapi kenapa Chi Hyun dan Joon Jae noel seperti itu? “Ada apa dengan kalian?” tanyanya. Chi Hyun noël sempat menjawab untuk terkejut lanskapnya kedatangan ayahnya. Presdir Heo luar biasa melihat Chung. Dengar Chi Hyun memanggil “ayah” pada Presdir Heo, Chung bertanya apakah ia also keluarga Joon Jae. Presdir Heo syok Chung mengenal Joon Jae. Chi Hyun hendak menjelaskan tapi pintu kamar pengelola Nam tergantung dan Joon Jae loncatan keluar. Akhirnya ayah dan anak itu bertemu setelah sekian tahun lamanya.

*
*

Keduanya duduk di kantin mencapai canggung. Presdir Heo mengenang saat-saat bahagianya bersama Joon Jae kecil. Sebaliknya apa diingat melalui Joon Jae adalah kapan ia ditinggalkan sendirian di dalam keadaan sakit sementara ayahnya, Nyonya Kang, dan Chi Hyun pergi makan di luar. Selama itu Presdir Heo mengajak keluarganya makan di luar. Namun kapan ia pulang, ia just melihat Nyonya Kang dan Chi Hyun. Saat ia menanyakan Joon Jae, Nyonya Kang berkata Joon Jae siap tidur jadi mereka sebaiknya membawakan papan saja saat mereka pulang nanti. Presdir Heo noel memeriksa puteranya lebih dulu dan langsung tretan bersama mereka. Padahal di batin kamar, Joon Jae apa sedang demam menangis panggilan ayahnya.

*
*
Presdir Heo tanya ada what dengan permukaanbutuh Joon Jae (bekas luka perkelahian mencapai Dae Young). Ia bertanya what yang dilakukan Joon Jae hingga terluka sebagai itu. Ia disalahkan Joon Jae yang meninggalkan rumah lalu menderita. Joon Jae menyindir ayahnya apa baru berwewenang mengetahui keadaannya sekarang. Ia berkata ia bukan meninggalkan rumah tapi ditinggalkan ayahnya. “Dan aku noël banyak menderita. Jika dibandingkan menjangkau saat tinggal di dalam rumah itu, ini kurang sopan lebih baik. Aku juga merasa seolah beban berat diangkat dari pundakku.” Ayahnya bertanya apa sebenarnya kesalahannya. Lebih mengurus Chi Hyun daripadanya? di mana bisa seorang anak noel mengetahui perasaan ayahnya sendiri? apa Joon Jae pikir ia lebih bagus Chi Hyun hingga lebih mengurusnya? “Kau adalah puteraku buat itu aku sengaja....”

*
*

“Ayah menyerah..mengenai medang dan aku. Dan Ayah membuang semua kenangan itupenggunaan bersama. Tanpa melihat nanti belakang lagi. Karena Ayah menyerah dan memilih yang lain, jangan menahan yang sudah Ayah lepaskan dan lupakan.” Presdir Heo menghela nafas panjang. Ia berkata Joon Jae akan kenal pada saatnya nanti kalau hidup noël berjalan seusai apa harapan. Ia sudah basi dan cantik waktunya rampung masalah warisan. Ia dicari Joon Jae pulang. Tapi Joon Jae menolak. Ia noel akan menerima apapun dari ayahnya, baik itu monetary maupun cara lives atau cara mencampakkan orang. Ia noel mau penerimaan apapun dari ayahnya, noël mau terlibat dengannya dan noël mau lagi pertemuan dengan ayahnya. “Tapi sehatlah selalu....” Joon Jae bangkit standing dan berjalan meninggalkan ayahnya. Presdir Heo panggilan puteranya tapi tiba-tiba penglihatannya menjadi kabur. Joon Jae sempat organisasi namun ia noël menoleh dan pergi.

*
*
tidak punya bicara ia walk melewati Chung dan Chi Hyun yang sedang menunggu. Dalam perjalanan pun Joon Jae diam seribu bahasa. Chung hanya menatapnya, seakan knows kalau Joon Jae saat ini sedang memikirkan kerumunan hal. Setibanya di rumah, Chung terus diikuti Joon Jae. Joon Jae berkata Chung boleh meninggalkannya tambahan kalau mau. Selagi ia menyuruh Chung noël menyerah atas peluang yang siap ia pilih, itu semua adalah berbicara kosong. “Mana ada hal sebagai itu? Aku juga lebih nyaman dan tenang saat kau tak di sini.” Joon Jae naik ke kamarnya dan segera membaringkan diri. Ingatan saat ia menangis sendirian dan kesepian batin keadaan sakit terus terngiang di benaknya. Dan muncul ia juga sakit.
*
*
Tapi kali ini ia noel sendirian untuk Chung terus berada di sisinya memegangi tangannya dan mengompres dahinya. Ia baru tahu usai ia bangun. Chung bertanya maafkan saya ia baik-baik saja. Ia pemandangan cara mengompres di TV. Ia meraba terbawanya Joon Jae dan berkata menampakkan Joon Jae tidak sepanas tadi. Joon Jae masih batin keadaan negative mood. Ia menyuruh Chung naik ke kamar langit-langit. Tapi Chung just menatapnya. “Kau mengatakan itu tapi acibe kau berharap aku berada di sisimu, bukan? Tak peduli kau menyuruhmu menyerah, kau berharap aku mengatakan aku tidak akan menyerah, bukan? Tidak, aku noël akan menyerah. Apapun apa kaukatakan, aku menjadi terud berada di sisimu tidak punya menyerah. Enim jangan marah untuk kau noel bisa mengatakan maafkan saya yang kauinginkan. Katakan what yang dicari kaukatakan.”
*
*
pertahanan Joon Jae runtuh dan ia mengakui kalau ia noël bisa mengatakan what yang benar-benar mau ia katakan diatas ayahnya. Ia noël bisa mengatakan di mana beratnya kehidupannya nanti meninggalkan rumah. Ia membenci ayahnya tapi ia memikirkan ayahnya akan mencarinya hingga ia noël mengubah nomor teleponnya selama pemfitnahan waktu. Tapi di atas akhirnya ayahnya tidak pernah menelepon satu kali pun. “Aku mengikuti ujian sederajat sendirian. Tretan kuliah sendiri dan kehidupan sendirian. Betapa aku merindukannya. Aku sangat merindukannya,” Joon Jae menangis. Chung achieved Joon Jae agar ceroboh di pundaknya dan Joon Jae menumpahkan seluruh kesedihannya.
*
*
ke sesi curhat selesai,. Joon Jae nampak canggung. Chung bertanya maafkan saya ia cantik membaik. Joon Jae mengiyakan. Ia malu untuk tadi menangis di hadapan Chung dan ia beralasan ia tadi minum obat sebelum tidur memanggang pikirannya sedang tidak benar. Ia bahkan noël mau disebut menangis, hanya mengeluarkan air mata. Ia berkata Nam Doo dan Tae Oh noël perlu tahu soal ini. “Aku mudah lupa, jangan kecemasan Heo Joon Jae. Mulai sekarang kau bisa mengatakan padaku maafkan saya yang tak bisa kaukatakan diatas orang lain. Aku ini adalah mendengarkan alles dan melupakan semuanya,” kata Chung. Ia beranjak untuk naik setelah kamarnya tapi Joon Jae menahannya. “Kau benar-benar akan melupakan semuanya?” tanya Joon Jae. “Kalau begitu lupakan ini juga.” Ia mencium Chung.
*
*
Keesokan paginya, mood Joon Jae mendesak baik. Paling baik dari episode 1. Ia memasak mencapai riang, bahkan menghias semacam spageti masakannya. Nam Doo berkata ia lebih suka nasi dan Chung apa suka pasta. Joon Jae berkilah ia memasak untuk dirinya sendiri. Nam Doo tak habis pikir untuk apa Joon Jae menghias makanan yang akan dimakannya sendiri. Prenout Chung melakukan upaya mengenakan comprise dan ke tahap berseri. Nam Dooo dipuji kecantikannya. Joon Jae diam-diam tersenyum senang.
*
*
Tae oh memotret Chung dan berkata itu untuk Chung cantik. Joon Jae langsung menyerobot ponsel Tae Oh. “Apa maksudmu can...” ia terdiam lalu tersenyum. Ia berkata Tae Oh noel boleh hunian foto tidak punya seijin orangnya. Itu tidak sopan. Chung berkata ia noel apa-apa. Tae oh berusaha merebut kembali ponselnya dan membela ourselves Chung cantik memberi ijin. Tapi Joon Jae tanpa memaafkan menghapus foto itu. Ia menoleh lanskap Chung dan langsung teringat kiss semalam. Ia enim salah tingkah dan menyuruh Chung makan. Chung bersikap biasa saja dan langsung duduk di meja makan. Nam Doo tersenyum kode saat melihat Joon Jae cepat-cepat meninggalkan mereka.
*
*
Joon Jae diam-diam mengintip dan pemandangan Chung kemudian biasa seakan noel terjadi apapun semalam. Ia enim kesal karena sendiri apa merasa kikuk. Namun ia back tersenyum saat melihat lukisan Chung yang tadi diambil Tae Oh. Rupanya ia tadi sempat mengirim lukisan Chung usai ponselnya sebelum menghapusnya.

*
*

Shia Ah datang berkunjung dan ia sengaja mengajak Joon Jae berbicara di secara spasial lain agar noël terlihat Chung. Chung mengikuti mereka tapi Shi Ah menutup segenap jendela dan pintu agar noël terlihat dari ruangan lain. Shi Ah memperlihatkan pada Joon Jae foto lokasi sebuah pembangunan apartemen yang dihentikan karena ditemukan situs jaman Joseon dan ternyata itu adalah situs rumah familial Dam Ryeong. Shi Ah berkata mereka menjadi mengadakan pameran nanti memulihkan peninggalan dari bangkai kapal Dam Ryeong. Become lebih hebat jika tersadar peninggalan go dari situs yang baru tersadar tersebut. Joon Jae menatap foto lokasi penggalian itu.

*
*
Dan menyertainya pula yang terlihat dalam mimpi Dam Ryeong. Ia menyadari just 19 days lagi waktu apa tersisa sebelum bulan purnama (sebelum days kematiannya menurut sejarah). Ia bertanya-tanya what yang harus ia lakukan agar Joon Jae percaya menjadi keberadaannya. Tak lama then para penggali menemukan sebuah kotak terkubur di dalam situs rumah familial Dam Ryeong.
*
*
Nyonya Kang diam-diam menukar obat Presdir Heo. Ia pura-pura khawatir dan bertanya apa yang orang orang bilang dokter. Ia menyuruh Presdir Heo minum obat. Ia lalu mengusulkan untuk mencari pengganti pengelola Nam dan ia penawaran diri untuk mencarikan. Tapi Presdir Heo berkata sebaiknya mereka menunggu untuk mungkin manajer Nam akan sembuh.
*
*
proyek Ahn Jin Joo berlanjut. Kali ini Nam Doo pergi nanti pet shop langganan Jin Joo sambil membawa anjing bernama Goo Bek (900 won). Ia sengaja datang dekat dengan waktu Jin Joo bawa anjingnya, five Bek (500 won). Nam Doo memulai percakapan dengan berkata anjingnya diberi namu 900 won karena ia menghabiskan 9 juta won buat anjingnya tiap bulannya. Jin Joo bertanya untuk apa menghabiskan mata uang sebanyak itu. Dengan mata uang 5 million won ia cantik bisa does semua yang ia perlukan untuk anjignya. Ia bahkan mengirim anjingnya usai Sekolah Anjing prestisius. Nam Doo berkata ia membawa anjingnya melakukan kegiatan ekstrakurikuler. Misalnya membangkitkan rasanya percaya diri anjing dan mempelajari etika biakan Inggris. Ia berkata di Korea anjing terlalu kerumunan diberi perintah sedangkan cara Inggris adalah menunggu. Jin Joo berterimakasih untuk ia belajar sesuatu hari ini.

*
*

Tujuan pertemuan itu adalah agar Jin Joo pribadi kesan apa baik terhadap Nam Doo. Berikutnya, menyebarkan rumor melalui calo Gangnam yang sudah ia sewa untuk menyebarkan isu pada sebuah perkumpulan sosial para feminin kaya apa rutin dihadiri Jin Joo. Calo itu diberi tahu menyebarkan isu mengenai miliuner Kim Jae yang baru kembali ke Korea. Kim Jae disebut luaran gedung 57 lantai di Dubai dan memiliki usaha lapangan golf. Tahun kemarin Kim Jae memahami menemui Nyonya sebuah perusahaannya konstruksi terkenal apa ingin berinvestasi dengan bawa uangnya. Kim Jae also sibuk membangun kondominium di Singapura dan buru-buru kembali ke Korea karena tunangannya. Tunangannya membukukan di Seoul tapi Kim Jae tak mungkin berpisah dengannya. Para nyonya menemani itu bertanya-tanya siapa gerangan sang tunangan. Selebritiskah? Calo akun itu berkata ia tidak tahu sejauh itu untuk semuanya dirahasiakan. Hanya saja saat ini setiap hari Kim Jae memborong semua barang di mall-mall Gangnam buat tunangannya. Jin Joo tertarik dengar informasi itu.

*
*
Joon Jae kala akan menjadi Kim Jae. Lalu siapa yang akan dulu tunangannya?” Tae five muncul menjangkau wig singa dan rok. Mereka sepakat tidak akan berhasil. Nam Doo mengusulkan Chung. Dan lainnya akhir-akhir ini Joon Jae mendesak berhati-hati hingga bawa Chung kemanapun ia pergi. Apakah Joon Jae sekarang become meninggalkan Chung sendirian? Joon Jae masih ragu dan bertanya bagaimana mungkin ia membawa Chung nanti sana.
*
*
Chung bergabung bersama mereka dan meminta ia hendak dibawa nanti mana. Nam Doo keluar kalau orang di TV bukanlah people kecil. Chung berkata ia siap tahu. Mereka syuting di studio dan making drama. Joon Jae tersenyum bangga dan mengusap utama Chung sambil memujinya pintar. Nam Doo berbohong pada Chung mencapai mengatakan mereka become syuting semacam drama dan peran Joon Jae adalah seorang apa kaya dan keren. “Presdir? CEO? semua pria keren di drama berperan such itu,” kata Chung. “Tepat sekali! Dan kau berperan sebagai tunagannya. Mereka akan menikah,” kata Nam Doo. Chung tersenyum dan berkata ia sebagai peran itu. Joon Jae menyerah dan membiarkan Chung mengambil peran akun itu tapi ada tiga hal yang noël boleh dilakukan Chung. Jangan bicara, jangan tertawa, dan jangan makan. Chung merasa yang last akan sedikit sulit. Joon Jae berjanji akan memberinya makanan apa lebih enak nanti selesai.
*
*
Maka mereka awal berkeliling di mall-mall mewah, berperan such miliuner dan tunangannya yang menawan. Memborong barang-barang bermerek tak peduli bagaimana banyaknya. Hal itu mereka lakukan tiap hari. Chung keren banget. Jin Joo kesal ketika pelayan perbelanjaan berkata ia noel bisa menggunakan ruang VVIP sekarang padahal tadi katanya bisa. Pelayan itu meminta maaf buat ada tamu apa baru saja menyewa secara spasial itu banyak saat lalu. Jin Joo marah untuk ia also tamu dan kenapa ia yang dinomorduakan. Pelayan itu noël mempedulikannya dan tersenyum menyambut tamu apa datang di belakang Jin Joo. Kim Jae dan sang tunangan. Jin Joo menoleh dan terpesona lanskap keduanya. Namun ia merasa familiar saat lanskap Chung dan menyadari Chung adalah wanita yang melindungi Yoo Na.

*
*

Pelayan menyapa Kim Jae. Kim Jae berkata tunangannya noël memakai sepatu yang sama dua kali. Untuk itu mereka datang lagi. Ia mengeluh Seoul noel senyaman Dubai. Gedungnya terlalu menutup hingga mereka tak bisa naik jet luaran mereka. Mendengar kata Dubai, otak Jin Joo secepatnya bekerja. Ia mengenali Nam Doo dan secepatnya memanggilnya sebagai ayah Goo Bek. Nam Doo pura-pura saya terkejut melihat Jin Joo. Jin Joo bertanya apakah Nam Doo datang bersama Kim Jae dan rombongannya. Nam Doo berkata ia memiliki perusahaan investasinya dan pemfitnahan tamu viip datang dari luar negeri. Ia pura-pura dicari cepat masuk menyusul tamunya. “Tunggu, what orang itu datang dari Dubai? luaran gedung 57 lantai dan lapangan golf? Siapa ya namanya? Kim Jae dan tunangannya yang sangat ia cintai.” “Di mana kau mendengar semua itu?” bertanya Nam Doo pura-pura terkejut seakan rahasia geram sudah terungkap. Ia demands Jin Joo tidak memberitahu people lain. Pokoknya noël boleh ada people lain apa tahu. Jin Joo mengiyakan.

*
*
nanti berbelanja, Chung berbisik pada Joon Jae kalau ia lapar. Joon Jae berkata keras-keras kalau perkataan Chung selalu bagus seperti biasanya. “Aku ingin makan teobokki,” bisik Chung lagi. “Itu yang kusukai darimu.” “Dan soondae.” “Standarmu selalu tidak tertandingi. Kita beli itu juga kalau begitu.” Nam Doo mengikuti mereka tapi tiba-tiba Jin Joo menghentikannya. Ia berwewenang Nam Doo alur makan malam untuk dia dan Kim Jae. Nam Doo nampak keberatan untuk ia tambahan sedang berusaha menyenangkan tamunya memanggang ia sukar mengajukan permintaan. Jin Joo berkata ia dan suaminya sangat tertarik di atas investasi dan ingin berbicara sedikit. Nam Doo berkata akibat Kim Jae sudah lama berada luarnya Korea dan sempat mengatakan ingin kosumen Korea rumahan. Sedangkan ia sendiri belum menikah. Jin Joo langsung bersemangat mengatakan memberi makan rumahan di rumahnya sangat luar biasa. Buat mereka luaran Baek Jong Won feminin (Baek Jong dimenangkannya adalah memasak terkenal apa banyak muncul di dalam acara TV).
*
*
Di rumah, Jin Joo memberitahu suaminya dengan antusias saat mereka makan malam. Yoo Ran tersenyum mendengar cerita Jin Joo. Sementara Jin Joo lampu tak terkesan. “Kau noël berpikir kalau ia seorang penipu?” tanyanya. Ia mungkin menduga kalau rakyat itu penipu hanya dengan mendengar tale Jin Joo saja. Jin Joo noel terima. Ia berkata ia cantik memastikan di ~ nyonya pemilik konstruksi apa datang nanti Dubai untuk menemui miliuner menemani itu namun ditolak. Shi Ah makin yakin menyertainya penipuan. “Kalau kau noël mau membantu setidaknya jangan merusaknya,” kata Jin Joo kesal. Ia berkata Kim Jae bahkan noël akan menoleh meski mereka menyodorinya miliar won. “Dan itu yang terjadi batin skema penipuan. Ia menarik investor seakan ia bisa melakukan apapun tapi ia noël membiarkan semua people ikut, hingga membuatmu makin berambisi untuk ikut,” kata Shi Ah tenang. “Kalau begitu ketika kita mengundangnya ke sini, kau bisa ~ melihatnya sendiri dan menilainya,” kata Jin Joo yang mulai ragu. Terserah, jawab Shi Ah. Ia mengangkat call telepon dan nampak terkejut.

*
*

Joon Jae dkk sedang dalam perjalanan pulang. Nam Doo dipuji Chung yang does perannya dengan sangat baik. Chung bahagia mendengarnya. Joon Jae awalnya bersikap catafel tapi kemudian malah membanggakan Chung apa pintar dan cepat menangkap saat diajari. “Memangnya ini temu orang perilaku dan kau sedang membanggakan anakmu?” ujar Nam Doo. Chung berkata ia juga senang hari ini karena bisa membantu Joon Jae di dalam perbuatan baiknya. Ia lalu bercerita tentang mesin boneka apa pemiliknya adalah seorang penipu. Ia terus berusaha mendapatkan boneka itu tapi noel bisa hingga ia meminta pada setiap orang di sekitar. Orang-orang mengatakan kalau pemilik machin itu seorang penipu. “Orang jahat,” kata Chung.

*
*
Joon Jae dkk tertawa canggung. Nam Doo berkata noël semua penipu itu rakyat jahat. Terkadang ada orang jahat apa menipu orang yang lebih jahat. “Tetap saja mereka membohongi people lain,” kata Chung. Nam Doo tanya memangnya Chung noël pernah singa sama sekali. Tidak memiliki secara rahasia yang tidak bisa dikatakan pada mereka? Ia dirasa Chung memiliki rahasia seperti itu. Chung terdiam. Joon Jae menyuruh Nam doo memegang menyudutkan Chung. Nam Doo berkata diatas Tae five kalau ia dirasakan aneh Joon Jae always membela Chung. “Apa di antara kita ada perubahan status atau semacamnya?” tanyanya. Chung berkata iya, dan di saat yang sama Joon Jae menjawab tidak. Chung terlihat kecewa. Nam Doo bertanya jawaban what yang benar. Joon Jae tergantung mereka mengobrol lagi. Ia menerima telepon dari Shi Ah dan berkata ia ini adalah segera ke sana. Ia meminta Nam Doo menurunkannya buat ada sesuatu apa hendak ditunjukkan Shi Ah padanya.
*
*
Joon Jae temu dengan Shi ah di museum. Shi Ah berkata ia sendiri belum melihatnya tapi menurut para penggali apa menemukan benda itu, benda itu sangat spesial. Tradisional peninggalan keramik, lukisan, atau tulisan apa ditemukan dari rumah noel dalam kapak baik. Tapi yang satu ini terkubur batin kotak yang sepenuhnya terkunci seakan seseorang berwewenang benda itu dikenali di masa apa akan datang. Dengar itu Joon Jae tanya pada Shi Ah apakah ia bisa melihatnya sendirian momen saja. Shi Ah memperbolehkannya.
*
*
Joon Jae masuk setelah dalam ruangan berisi peninggalan-peninggalan apa sudah ditemukan. Pandangannya tertuju diatas sebuah lukis di dinding. Lukis diri seorang pria. Tiba-tiba petir menyambar hingga segenap lampu batin gedung menyertainya padam. Joon Jae menyalakan pemantiknya lalu mendekati gambar tersebut. Ia terpana melihat cat, dll seorang pria gaun jaman Joseon mencapai wajah sama kemudian dirinya.

Lihat lainnya: Watch Jurassic World 2 Fallen Kingdom, Jurassic World: Fallen Kingdom

*
*

Epilog: Dam Ryeong berpikir maafkan saya yang harus ia lakukan agar Joon Jae memercayai keberadaannya. Ia panggilan seorang seniman karena melukis dirinya dan memastikan agar gambar itu bertahan mendesak lama.

*
*

Komentar: Nyonya Kang jahat banget ya...tega-teganya mencelakai suami personally demi harta. Sepertinya ia hendak making Presdir Heo buta agar bisa ~ menandatangani wasiat palsu yang menyerahkan seluruh harta Presdir Heo padanya dan Chi Hyun. Meski aku dirasa kata-kata Joon Jae di ~ ayahnya cukup keras, tapi aku tambahan mengerti perasaan Joon Jae such seorang anak yang merasa diabaikan. Melecehkan mereka klasik sih.....kurang komunikasi. Jika saja Presdir Heo memahami kalau Joon Jae saaat akun itu masih kecil dan baru meninggalkan ibunya, dan pastinya butuh kehadiran ayahnya. Tapi Presdir Heo malah menyeleksi bersikap keras di ~ Joon Jae dan bersikap sebaliknya di ~ Chi Hyun. Belum lagi Presdir Heo kemiripannya sekali noël mencurigai istri barunya. Juga kenapa Presdir Heo times itu kesamaan sekali tidak mencari puteranya. Apa untuk Nyonya Kang juga? Presdir Heo personally menyadari perbedaan sikapnya di ~ Chi Hyun dan Joon Jae, lalu mengapa ia melakukannya? Chi Hyun bisa mengerti mengapa ayahnya noël mencari Joon Jae demi ibunya dan demi dirinya. Sepertinya ia noël sejahat yang diperlihatkan masa remajanya, mungkin buat kebaikan trần ayahnya. Sampai saat ini ia tidak melakukan hal apa jahat. Hanya saja ia berwewenang melindungi ibunya. Dan kurasa buat melindungi setiap orang sejahat Nyonya Kang padat jika tidak melakukan cara kotor. Hmmm...makan malam di rumah Jin Joo maka pilihan Joon Jae pertemuan ibunya akan semakin besar. Tapi temu Shi Ah sanggup membuat alles berantakan >,Dalam episode ini Se Hwa noël muncul. Apa ia masih di dalam masa pemulihan? ataukah ia sudah bagian belakang ke laut?