Manila- Timnas Indonesia U-22 tampil heran di SEA gamings 2019. Tergabung di grup berat, tim berjulukan Garuda bocah sukses melaju ke babak final dengan catatan apik.

Anda sedang menonton: Sea games sepak bola 2019


baca JUGA: sasaran dan Klasemen Grup B Piala AFF 2020: Vietnam Lumat Malaysia, Timnas Indonesia usai Puncak

Tim asuhan india Sjafri tersebut berada di Grup B together Vietnam, Thailand, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam. Menghuni grup apa mendapat merek "neraka" tersebut, Timnas Indonesia U-22 maju bakal bekerja keras buat memetik kemenangan.

Sebab, Garuda anak laki-laki satu grup mencapai tim apa digadang-gadang bakal tercapai medali kuning SEA Games five ini, satu di antaranya adalah Thailand.

Skuat The war Elephants berhasil 16 kali meraih medali emas pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara tersebut, mulailah dari 1965, 1975, 1981, 1983, 1985, 1993, 1995, 1997, 1999, 2001, 2003, 2005, 2007, 2013, 2015, dan 2017.

"Kami bersyukur dan become fokus. Kalian punya target mulailah yakni lolos grup, semifinal, dan final," ucap pelatih Timnas Indonesia U-22, indera Sjafri, beberapa times lalu, terkait sasaran drawing cabang olarhaga (cabor) sepak bola SEA gamings 2019.

Tampil gemilang dengan play dari kaki ke kaki dan umpan-umpan panjang, Egy Maulana Vikri dkk. Mampu mengamankan tiket ke final

Timnas Indonesia U-22 melenggang ke final ke mengalahkan myanmar 4-2 melalui babak pelebaran waktu. Di babak penyisihan, Garuda anak laki-laki berstatus runner up Grup B dengan nilai 12.

Timnas Indonesia U-22 sampah sarap satu angka dari Vietnam di posisi teratas, dan unggul dua poin atas Thailand di evaluasi ketiga. Sepanjang penyisihan Tim Merah-Putih hanya kalah sekian dari Vietnam menjangkau skor 1-2, sisanya sapu bersih kemenangan.

Lantas, bagaimana kiprah Timnas Indonesia U-22 hingga bisa ~ lolos setelah final? Berikut ini adalah perjuangan Tim Garuda anak laki-laki pada babak penyisihan dan semifinal SEA games 2019:


*

Pada laga pertama Grup B, Timnas Indonesia U-22 langsung berhadapan dengan Thailand di Stadion Rizal Memorial, Manila, 26 November 2019. Skuat Garuda muda tampil under tekanan.

Indonesia tercatat hanya menguasai 40 persen memiliki bola, berbanding 60 persen milik Thailand. Meski begitu, Timnas Indonesia U-22 tampil lebih efektif.

Anak asuh indera Sjafri itu issue empat tembakan yang tiga mengarah usai gawang. Sementara itu, Thailand hanya memperolah satu ditembak melenceng.

Timnas Indonesia U-22 pun didefinisikan mengunci menang dengan skor 2-0. Pasangan gol Indonesia dicetaknya Egy Maulana Vikri pada menit terkering dan osvaldo Haay menit ke-87.

Bagi Timnas Indonesia, itu adalah kemenangan perdana dari tiga pertemuan terakhir kontra Thailand di SEA Games. Di ~ dua laga sebelumnya, Indonesia kalah 1-4 (Grup B) dan 0-1 (final) dari Thailand di SEA games 2013.


*

Lawan berikutnya apa dihadapi Timnas Indonesia U-22 adalah Singapura di Stadion Rizal Memorial, 28 November lalu. Tim Garuda muda harus bekerja sulit meladeni perlawanan dari The Young Lions.

Penguasaan nol terbilang berimbang, yakni 59 persen berbanding 41 persen karena keunggulan Indonesia. Skor 0-0 pun bertahan hingga babak pertama berakhir.

Masuk paruh kedua, Timnas Indonesia U-22 terus melancarkan serangan usai pertahanan Singapura. Sementara itu, anak asuh Fandi Ahmad tersebut mayoritas kali merepotkan lewat serangan balik.

Hingga akhirnya, Tim Garuda bocah berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-64 lewat aksi osvaldo Haay. Sepuluh menit berselang, giliran Asnawi Mangkualam apa menggandakan keunggulan Timnas Indonesia U-22.

Lihat lainnya: Cara Mengatasi Diare Pada Anak 2 Tahun, Ondansetron

Memasuki menit-menit beranjak babak kedua, Timnas Singapura U-22 coba kejar dia ketertinggalan. Namun sampai laga berakhir, skor 2-0 untuk kemenangan Timnas Indonesia U-22 tetap bertahan.