Semenjak satu atau dua tahun terakhir, alat pembayaran digital seperti seperti Go-pay, OVO, traveloka PayLater, Kredivo dan lain-lain awal digandrungi oleh banyak pengguna smartphone di Indonesia. Alasannya jelas buat lebih an easy dan crowd promo-promo menarik . Namun sayangnya buat mendapatkan fitur-fitur premium dari cara pembayaran ini pengguna harus melakukan verifikasi dengan cara mengunggah identitas diri mereka usai layanan-layanan tersebut.

Anda sedang menonton: Pindah alamat e ktp antar propinsi

Verifikasi ini pada umumnya dilakukan dengan menguggah identitias diri seperi foto Kartu tanda Penduduk elektronik (e-KTP), Surat rights Mengemudi (SIM), atau passport. Jika seorang pengguna ingin melakukan verifikasi, tentu saja perusahaan pembayaran diganjar tersebut harus memastikan apakah data apa diunggah benar atau salah. Jika benar, maka pengguna become mendapatkan fitur premium dan jika salah, mohon permisi Anda belum beruntung dan silahkan coba lagi. :p

Kini bayangkan bahwa batin satu days ada ratusan ribu pengguna yang ingin does verifikasi dan mengunggah identitasnya. Jika dibalik layar ada seseorang atau beberapa orang yang harus melakukan verifikasi dan mencocokan data apa terdaftar dengan data identitas tersebut, bayangkan berapa man-hour apa dibutuhkan karena menuntaskan semua verifikasi tersebut? Bisakah kita mengautomasi panggilan ini?

Tulisan ini adalah meringkas demo yang saya lakukan di acara Google DevFest 2018 di champa dan Semarang. Demo yang dilakukan adalah bagaimana itu? cara mengekstrak insula e-KTP such Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, alamat, nama provinsi dan kabupaten ataukah kota, dari cat, dll e-KTP yang diunggah usai sebuah sistem.

Slide presentasi bisa diunduh dari Slideshare. Presentasi bisa ~ ditonton di Youtube.


Dalam menunjukkan ini dua teknologi utama apa saya digunakan adalah serverless menjangkau Google Cloud Function dan Optical character Recognition dengan Google Cloud Vision API. Mari kita bahas satu persatu.

Serverless & Cloud Function

Berdasarkan ketetapannya Martin Fowler,

Serverless architectures space application designs that incorporate third-party “Backend as a Service” (BaaS) services, and/or that incorporate custom code operation in managed, it s not long containers top top a “Functions together a Service” (FaaS) platform. By lihat these ideas, and also related ones prefer single-page applications, such architectures remove lot of the require for a classic always-on server component

Dari keputusan diatas, kita bisa ~ mengambil alam bahwa arsitektur serverless di atas dasarnya memungkinkan kita karena dapat menjalankan garis kode tidak punya harus peduli mencapai kebutuhan menjadi sebuah server. Jika sebelumnya, sebuah aplikasi berbasis web-server harus dijalankan di sebuah server apa dikelola melalui seorang system administrator, kini dengan teknologi serverless, seorang mendemiliterisasi piranti lunak dapat does deployment secara langsung tidak punya harus menyewa sebuah server di salah satu pemberi layanan cloud. Yang perlu dilakukan hanyalah making sebuah fungsi dan menjalankan sebuah perintah untuk menjalankan fungsional tersebut di cloud (Functions as a Service).


*

*

Sementara itu, Cloud function merupakan deviasi satu layanan FaaS yang disediakan melalui Google Cloud Platform. Saat ini Google Cloud role baru mendukung bahasa pemograman Javascript (Node.JS) dan Python (versi beta). Lanjut itu, Cloud Function juga dapat diintegrasikan mencapai berbagai macam layanan lain milik GCP seperti Google Cloud Storage, Cloud Pub/Sub, dan lain-lain. Pada demo kali ini, kita ini adalah menggunakan Google Cloud Function untuk membuat beberapa fungsi, antara lain:

Fungsi buat mengunggah bergambar e-KTP (Node.JS)Fungsi karena melakukan pemrosesan terhadap e-KTP apa telah diunggah (Node.JS) mencapai Cloud Vision APIFungsi untuk mengekstrak insula e-KTP berdasarkan hasil bacaan Cloud Vision API.

Percayalah bahwa acibe hal-hal tersebut dapat dilakukan hanya dengan manfaat satu fungsi. Tapi karena membatasi derajat dan tanggung jawab dari masing-masing fungsi, maka TS berpikir menjadi lebih baik jika fungsi-fungsi tersebut dibuat terpisah.

Lihat lainnya: Tips Jogging Untuk Menurunkan Berat Badan, The 8 Best Exercises For Weight Loss

OCR & Cloud Vision

Optical character Recognition atau OCR merupakan penyimpangan satu teknik proses citra digital yang sudah umum digunakan buat mendapatkan teks apa terkandung di dalam sebuah citra ataukah gambar. Namun, sayangnya OCR bukanlah sebuah teknik atau algoritma apa dapat dipahami di dalam satu malam.

Namun, beruntunglah kita karena GCP memiliki Cloud Vision api yang pribadi fitur buat melakukan OCR. Selain OCR, Google Cloud Vision API juga memiliki fitur lain such Label Detection, Multiple thing Detection, dan lain-lain.