Sampai mencapai tanggal days ini, terhitung ada 69 jobs yang telah saya kerjakan di Upwork (dihitung darimana masih oDesk). Proposal yang telah dibuat? Ratusan, tepatnya 607. Berarti sudah lebih dari 500 usul saya gagal.

Anda sedang menonton: Membuat cover letter yang baik

Kalau dibuat skala perbandingannya, kyung 1 : 9. Setiap orang mungkin punya skala berbeda-beda. Bisa 1:5, 1:1, atau yang mastah mungkin 1:0, tidak pernah apply, tapi always dapat job malalui invitation.

Apakah dari 609 akun itu ada 69 proposal apa diterima? noël juga. Karena dari 69 jobs menyertainya ada banyak jobs tujuan invite dari client, dan ada tambahan client yang melakukan kontrak berulang ataukah rehiring.

Ketika agak selo, saya mencoba membedah lagi proposal-proposal terdahulu. Proposal kemudian apa sih yang berhasil? Dan apa mana apa gagal?


*

Halaman terakhir Archived Proposals

Saya awal ngepet di bulan Mei lima 2011 dan mendapatkan job pertama di proposal keempat. Waktu itu saya mulailah dengan keyword pencarian “Indonesia”. Alasannya? Saya memang seorang nasionalis. Hehe.

Lebih tepatnya, karena saat itu masih sedikit people Indonesia apa aktif di oDesk. Jadi saya mencoba menyempitkan tujuan dan memperlebar opsi dengan keyword ini. Tandanya, si client diperlukan spesifik setiap orang Indonesia, atau pekerjaan apa ada hubungan dengan Indonesia.

Dan juga, saya tidak punya tough skill yang benar-benar hard. Ability saya cetek, bener-bener cetek kalau dibandingkan mencapai orang-orang go di daerah IT.


*

*

Halaman 54 Archived Proposal

Dan untuk, mendapatkan job yang kedua, saya harus malalui 70 proposal apa gagal. Tandanya, saya just beruntung di job pertama. Kemudian setelah beberapa halaman saya lewati dan lihat-lihat another proposal yang gagal menemani itu ternyata ada pattern-nya.

Ada segelintir alasan mengapa kita yang noël dipilih melalui client :

Proposal untuk kita bagus, tapi ternyata banyak apa lebih bagus.Proposal itupenggunaan udah bagus banget, tapi ternyata customer lagi rush dan just milih proposal pertama yang dia anggap cukup. Alias kita telat.Proposal kita jelek.

Nah berikut adalah pattern-pattern proposal yang menggagalkan kerumunan freelancer, noël peduli seberapa high-skillednya kita.

Pola penulisannya template banget

Yups. Pasti siap pada tau modern kalau membaca template itu membosankan. Apalagi ada lebih dari 50 applicant, makin maleslah si client untuk baca kalau polanya kemiripan aja. Kalau pidato kenegaraan, modelnya diawali mencapai “Puja dan puji syukur mari untuk kita haturkan” *halah

Client itu senang dapat pertanyaan. Selama pertanyaanya bermutu, valid, dan relevan usai projek. Bukan sekedar tanya-tanya “kapan nikah?”. *eh

Dari bertanya itu, akan kelihatan kalau kita responsif dan mengerti nantinya mau ngapain.

Tidak adaptasi kebutuhan client

Saya pernah dapat project dari usul sesingkat ini.


*

*

Artinya, client butuh cepat. Dan dia nggak ini adalah buang-buang waktu karena baca proposal apa panjang dan bertele-tele. Hintnya, tradisional ada kata-kata ASAP, I need this to be excellent by today, hiring today, etc.

Dan pastikan kamu juga siap langsung kerja, dan noël menunda sampai besok supaya dengan tegas dapat bintang 5.

Sebaliknya, kalau customer kelihatan mendesak detail dan liong dari job postnya, could cover letter cilt di atas noël akan efektif. Buat also yang lebih information cara kerja kita nantinya.

Ingat loh ya, detail tidak sama mencapai bertele-tele. Bertele-tele akun itu semacam “I have the right to work in a team”, “I am extremely motivated”. *enough with those craps*

Salah timing

Yup, time is a b*tch. Sedikit sekian client yang benar-benar membaca segenap cover letter dari +50 proposal apa masuk. Apalagi buat pekerjaan apa sebenernya nggak butuh-butuh skill banget.

Saya always mengusahakan hanya karena apply job post apa masih seger dan applicantnya masih sedikit. Buat biasanya client masih meluangkan waktu sejam usai post di dokter komputer untuk ngebaca-baca proposal apa masuk.

Unless, kalau kerjaan akun itu benar-benar yakin sanggup saya kerjakan dan saya bisa membuktikan saya professional di bidang itu, hajarrr! Ini kelihatan dari siap ratusan yang apply, terakhir onlinenya customer masih beberapa menit yang lalu, tandanya dia belum nemu freelancer yang pas.

Dan benar, saya pernah dapat job yang sudah ada lebih dari 100 applicant saat saya apply.

Tidak penawaran solusi

Ada kalanya client tampak bingung kalau dilihat dari task postnya, konvensional dia just mengemukakan sasaran pengen ini itu. Tapi dia bingung caranya gimana. Nah, disinilah kita such pahlawan bertopeng muncul untuk menawarkan solusi.

Lihat lainnya: Manfaat Minyak Zaitun Le Riche, Minyak Zaitun Le Riche 300Ml (Olive Oil)

Misal, client saya mau bikin perencanaan post otomatis di sosial media. Tapi itu bingung, sayapun sebenernya saya also bingung.

Akhirnya saya googling sedikit, nemu toolsnya, lihat-lihat sekilas cukup mudah dipelajari, finite tools itu apa saya tawarkan usai client dan goaaal!

Atau batin software testing, si client bingung pada saat kemudian mau gimana cara kerjanya, didefinisikan saya tunjukkan cara pergerakan saya di kerjaan terdepan serta pemasangan beberapa layout report yang mau itu pilih. Dan bagian belakang goaaaaaaaal!!!