*
" data-medium-file="https://i0.wp.com/www.fasettoblog.com/wp-content/uploads/2017/04/Imagefully.com_.jpg?fit=300%2C169&ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/www.fasettoblog.com/wp-content/uploads/2017/04/Imagefully.com_.jpg?fit=711%2C400&ssl=1" data-full- title="Menyikapi Masa Lalu 1">

MENGINGAT dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih overhead nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan yang seharusnya tidak kita lakukan. Itu kesamaan artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tentukan dan mengubur masa dore yang belum terjadi.

Anda sedang menonton: Melupakan masa lalu menurut islam

Bagi orang apa berpikir, berkas-berkas masa lalu menjadi dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Tampan ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘ruang’ penglupaan, diikat menjangkau tali apa kuat batin ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Apa demikian, buat masa lalu telah berlalu dan habis.


Kesedihan tak menjadi mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak become sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya dulu terang, dan kegalauan noel akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah noël ada.

BACA JUGA:Akhwat, Siapapun kita di Masa LaluIstri luaran Masa Lalu Buruk, Begini Cara Menyikapinya

Jangan pernah hidup batin mimpi buruk masa lalu, atau under payung redup masa silam. Selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu! Apakah milik mereka ingin kembali air sungai nanti hulu, matahari setelah tempatnya terbit, dan wait mata usai dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan anda atas what yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa milik mereka oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.


Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Batin Al-Qur’an, setiap kali setelah menerangkan kondisi suatu kaum dan maafkan saya saja yang telah mereka lakukan, Allah always mengatakan, “Itu adalah umat yang lalu.” Begitulah, selama suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.

Orang apa berusaha back ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang apa menumbuk tepung, ataukah orang apa menggergaji serbuk kayu. Syahdan, yang paling kita sebelum selalu tahu orang apa meratapi masa lalunya demikian: “Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat akun itu dari kuburnya.” Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seperti keledai begini, “Mengapa engkau noël menarik gerobak?”

“Aku benci khayalan,” jawab keledai.

Lihat lainnya: Berbagai Penyebab Sakit Pundak Dan Cara Mengatasi Sakit Pundak Sebelah Kanan

Bencana besar, manakala itupenggunaan rela mengabaikan masa dore dan justru just disibukkan malalui masa lalu. Itu, kemiripan halnya mencapai kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan hidup meratapi puingpuing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh human dan jin bersatu untuk mengembalikan segenap hal apa telah berlalu, niscaya mereka noël akan pernah mampu. Sebab, apa demikian itu sudah mustahil diatas asalnya.

Orang apa berpikiran jernih noel akan pernah melibat dan sedikitpun menoleh usai belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus setelah depan, air ini adalah mengalir usai depan, setiap kafilah menjadi berjalan usai depan, dan segala sesuatu bergerak maju nanti depan. Maka itu, bukan pernah perlawanan sunah kehidupan. <>