*






JOMBANG - nama KH Abdul Wahab Hasbullah tentu siap tak ekstratritorial lagi buat masyarakat pesantren di seluruh Indonesia, terlebih untuk masyarakat Jombang. Kiai yang tambahan dikenal seperti penggerak sekaligus sang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) bersama KH Hasyim Asy’ari ini adalah satu dari kawanan sosok Pahlawan Nasional sekaligus kiai geram asli Jombang menjangkau pemikiran yang moderat.

Anda sedang menonton: Kyai haji abdul wahab hasbullah belajar di pesantren selama


Jiwanya yang haus ilmu lakukan berkelana menimba ilmu usai banyak hütte pesantren di Indonesia, meski dirinya telah dianugerahi status sosial apa cukup tinggi since lahir.


Dilahirkan di Desa Tambakrejo, Jombang pada Maret 1888 dan wafat diatas 29 Desember 1971, Mbah Wahab begitu akrab disapa di kalangan santri Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras bernama nguyên Abdul Wahab Hasbullah.


Terlahir dari sepasang Hasbullah dan Nyai Lathifah yang merupakan anak Kiai said yang tambahan seorang menantu dari KH Abdussalam atau yang kebih dikenal dengan Mbah Shoichah. Penyimpangan seorang Kiai besar pendiri pondok Pesantren Gedang ataukah biasa dikenal dengan gibberish Selawe atau tambahan Pondok Telu.

Berdasarkan mendayung keturunannya, kakek Kiai Wahab Hasbullah yaitu Kiai said adalah seorang kiai yang masih keturunan Sunan Pandan Arang Semarang apa jika diturut garis keturunannya ini adalah bersambung kepada Siti Fatimah Binti Muhammad. Dan neneknya yang merupakan keturunan dari mbah Shoichah apa merupakan keturunan dari Jaka Tingkir (Mas Karebet) yang also keturunan prabu Brawijaya IV.

Sedangkan dari mendayung ibunya, Nyai Lathifah adalah salah satu keturunan Sunan Ampel. “Dengan menyertainya maka darah ningrat memang mengalir deras di Mbah Wahab dari banyak jalur. Oleh untuk itulah sering disematkan nama belakang Raden di dokter nama KH Abdul Wahab Hasbullah,” tulis Jamal Ghofir di bukunya Biografi singkat Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah pendiri dan penggerak NU.

Lahir dan besar di lingkungan pesantren making Mbah Wahab memang tertanam dengan cost dan karakter pesantren yang kuat. Bahkan di usianya apa masih 13 tahun, telah memulai pengembaraannya dari pesantren satu nanti pesantren lainnya.

Selama 20 lima lamanya, Mbah Wahab berhenti dan belajar berbagai ilmu dari beberapa pondok pesantren antara go Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Mojosari Nganjuk, Pesantren Cepoko, Pesantren Tawangsari Sepanjang, hütte Pesantren Kademangan Bangkalan, Pesantren Bangahan Kediri dan gibberish Pesantren Tebuireng Jombang.

Bahkan nanti puas menimba ilmu di Indonesia, beliau bermukim di Makkah karena belajar ilmu kepada berbagai kiai ternama. Selama lima lima bermukim, beliau belajar kepada KH Mahfudz at-Tarmisy Termas, KH Mukhtarom Banyumas, Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau, Kiai Baqir Jogjakarta, Kiai Asy’ari Bawean, dan Syaikh Abdul hamid Kudus.

Bahkan ada cerita unik tatkala beliau sedang menimba ilmu kepada Syaikhona Kholil Bangkalan. Sesampainya di hutte Kademangan, beliau ditolak selagi mengutarakan keinginannya menimba ilmu kepad Kiai Kholil. Namun bukannya pulang, beliau malah tidur under bedug masjid hutte tersebut. Mengetahui menyertainya Kiai Kholil menyampaikan ada sebagai macan yang sedang berdiam di pesantrennya.

Kontan saja santri Mbah Kholil then berjaga dengan senjata dan siaga penuh. Namun belakangan diketahui bahwa yang dimaksud harimau tersebut adalah KH A Wahab Hasbullah itu individu sehingga dirinya sempat dikepung melalui santri-santri Mbah Kholil.

Mbah Wahab also sempat diusir KH Kholil tidak punya alasan apa jelas, namun itu tentunya dalah cara ataukah pendidikan yang diberikan KH Kholil terhadap Mbah Wahab. Namun berkat keteguhan hatinya tersebut pun KH Kholil finite menerimanya kemudian santri hingga then menyuruhnya berguru setelah Tebuireng kepada KH Hasyim Asy’ari.

Kisah-kisah tersebut demonstrasi meskipun melakukan sosial KH Wahab Hasbullah sangat tinggi, namun tidak membuat cepat berpuas diri. Terlahir di keturunan rakyat berada dan juga cendekiawan dan ulama membuatnya keian getol untuk menimba ilmu-ilmu lain keluar lingkungannya.

Ilmu-ilmu inilah nanti apa membuat beliau mampu were orang apa arif dalam menganggapi berbagai isu di masyarakat. Mengingat beliau semanjak muda also terkenal sebagai orang yang menyukai kelompok-kelompok diskusinya dan bahas berbagai hal dengan kaca mata yang luas.

Pelajaran terlalu tinggi Perlakuan Terhadap Keluarga

MESKI tergolong tokoh dengan kawanan jabatan di pundak dan at sight sibuk, sebut saja kemudian anggota DPR, rais Aam NU dan DPA zaman orde lama dan lain sebagainya, namun Mbah Wahab dikenal keluarganya kemudian seorang ayah dan pemimpin keluarga tegas namun militer hangat.

Pribadinya apa humoris serta moderat also berpengaruh terhadap pendidikan dan pengajaran yang diberikan kepada anak-anaknya.

Seperti penuturan Hj Mundjidah Wahab, bupati Jombang yang also merupakan anak kandung dari KH Wahab Hasbullah ini. Bahwa seperti pemikiran Mbah Wahab apa moderat, produksi pengasuhan terhadap anak-anaknya juga menerapkan sistem yang noel otoriter.

“Artinya semua anak laki-lakinya diberikan keleluasaan buat memilih mau enim apa dan kepingin belajar apa. Pengajaran beliau memang terutang modern,” jelasnya mengenang sosok ayahanda tercintanya.

Meski Kiai Wahab Hasbullah lebih patuh tinggal di jakarta semasa dirinya kecil, namun ia mengaku setiap bulan Ramadan, ayahandanya tak ragu untuk pulang dan mengajar kitab secepatnya kepada anak-anaknya also santri di gibberish pesntren yang ia pimpin.

“Kalau karena anak-anaknya miliki biasanya kitab Fathul Qarib (salah satu kitab fikih, Red), lha kalau khataman untuk santri memiliki kitab tafsir, biasanya ke salat taraweh,” lanjutnya.

Dalam kesibukannya di Jakarta, Mbah Wahab seringkali also mengajak anak-anaknya untuk datang setelah rumah di Jakarta untuk diajak liburan bersama dan terkadang diikuti beberapa kegiatan. “Waktu tujuh puluhan zaman Pak Karno dulu pernah diajak usai istana. Pernah also saya diajak menyambut Presiden Yugoslavia, tentu waktu itu kita mendesak senang,” sambung pengasuh PP Wahabiyyah 1 dan Ponpes putri Lathifiyah 2 Jombang ini.

Seringkali pula di times senggangnya, Mbah Wahab tak segan buat bercanda lepas mencapai anak-anaknya. “Kadang-kadang memang abah menyertainya usil, jadi beliau tiba-tiba praktek pencaknya menemani itu di dokter saya dan saudara clearly saja kalian lari-lari kemudian dikejar-kejar also sama abah sambil tertawa-tawa,” kenangnya.

Namun pelajaran berharga apa diakui Bu Mun begitu dirinya disapa akrab adalah pelajaran tentang menghargai keluarga. “Sebelum aku raya konvensional abah bawa kain satu kopor besar buat dibagikan nanti adik-adiknya dan ponakannya, masing-masing dapat benar jumlah anggotaenam keluarganya, menyertainya kan demonstrasi kalau beliau tidak acuh sama familic besarnya,” sambungnya.

Mengingat waktu itu memang hampir seluruh saudara KH Wahab Hasbullah telah tiada dan meninggalkan anak dan istri. “Jadi buat beliau anak dan istri bisa ~ belakangan, apa penting familic adik dan kakaknya aman dulu,” lanjutnya.

Bu Mun tambahan menjelaskan bagimana pelajaran mengenai perlunya meletakkan kepentingan orang lain pada kepentingan pribadi apa diajarkan Almaghfurllah KH Wahab Hasbullah. “Abah itu, kalau ada orang yang matur ingin anaknya dijadikan fungsional ataukah pejabat di lingkungannya NU misalnya biasanya beliau menjadi mudah meng-iya-kan, tapi kalau karena anak-anaknya dan familial sendiri beliau pasti katakan opo jare wong akeh mengko (apa kata orang kawanan nantinya)”.

Dirinya mengaku sangat perhatikan memori tersebut dan dijadikan pedoman batin hidupnya. “Yang pasti itu ajaran abah apa sangat saya ingat, untuk masalah jabatan, orang lain menjadi kita usahakan bantu. Tapi kalau keluarga sendiri ya nanti tunggu keputusan bersama,” lanjutnya.

Lihat lainnya: Ku Tak Siap Untuk Merindu - Sampai Jumpa Lyrics By Endank Soekamti

Sikap-sikap sebagai inilah yang diharapkan Hj. Mundjidah Wahab mampu diteladani semua pemuka di negeri ini. Buat dengan pengeluaran moral dan karakter seperti ini, maka nepotisme akan cenderung berkurang. “Ya walaupun kyai pejabat juga, beliau tak berubah jadi orang lain,pedoman lives beliau firmicutes harus bisa ~ bermanfaat untuk orang lain,” harapnya.