Cerita Lucu Abu Nawas: Kumpulan feeling Sufi | Selamat datang kembali di fasettoblog.com. Pengen beda dari biasanya, di atas postingan kali ini saya noel akan menulis tentang play angka dan teka teki logika matematika, tetapi menjadi membagikan pada dari mereka kumpulan cerita dari sang tokoh sufi fenomenal, Abu Nawas. Mumpung bertepatan dengan moon puasa, mungkin saja humor menjatuhkan yang akan saya stock di bawah ini selain buat refreshing dan hiburan, ada hikmah dan kebijaksanaan yang bisa diambil dari kisah-kisah si Abu Nawas.

Anda sedang menonton: Kisah ulama sufi abu nawas

Kisah Abu Nawas sendiri sebenarnya adalah sebuah hikayat yang merupakan potongan dari kisah 1001 malam; sebuah sastra epik dari Timur Tengah yang lahir di ~ Abad Pertengahan. Become tetapi, beberapa kematian yang kini crowd beredar di internet dan buku-buku ~ no lagi tinh diambil dari cerita 1001 malam, melainkan adaptasi dan pengembangan pengarang menjangkau cara mendompleng reputasi tokoh sang sufi Abu Nawas. Lepas terlaksana semua, kisah-kisah tentang Abu Nawas always menjanjikan kisah yang lucu, unik dan kerapkali berhubungan dengan kejutan di finishing cerita.
*
cerita lucu Abu Nawas
Nah, sebagai permulaan, noël ada ruginya jika humor sufi
kisah 1001 malam sang Abu Nawas ini saya buka terbuka dengan sebuah syair karya Abu Nawas apa cukup membusuk dan diadaptasi were sebuah lagu-lagu populer malalui Opick apa umum sounds di stasiun-stasiun TV atau radio di atas saat bulan puasa sebagai sekarang ini.

Syair Al "Itiraf (Pengakuan) Abu Nawas

Ya Tuhanku, noël pantas bagiku dulu penghuni surga-MuNamun, aku noel kuat menjangkau panasnya api nerakaTerimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosakuSesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besarDosaku sebagai jumlah pasirMaka terimalah pengakuan taubatku Wahai Pemilik KeagunganDan umurku berkurang setiap hariSedang dosaku bertambah, bagaimana itu? aku menanggungnyaYa Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-MuMengakui dosa-dosaku dan memohon pada-MuSeandainya Engkau mengampuniMemang Engkaulah Pemilik AmpunanDan seandainya Engkau menolak taubatkuKepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MUItulah lantunan syair Abu Nawas apa merupakan sebuah membujuk terhadap segenap dosa yang pernah diperbuatnya.Dari syair Abu Nawas di atas, ada satu pelajaran berharga apa dapat kita petik, yaitu suatu pertaubatan memang harus terlahir dari hati yang terdalam; apa benar-benar mengakui bahwa ia adalah sang pendosa.Dia sadar penuh bahwa banyaknya dosa apa dia lakukan, banyaknya kejahatan yang ia sandang dan banyaknya kelalaian apa dilakukan telah menjadikannya noel layak menjadi ahli surga. Become tetapi dialah yakin dan berharap ini adalah Tuhan yang maha pengampun mengampuni segala dosanya dan bermurah trấn memasukkannya setelah dalam Sorga-Nya.Dalam bahasa lain; ~ no banyaknya pahala dan amal perbuatan apa akan untuk membuat kita masuk sorga, melainkan rahmat dan karunia Allah.Duh, kok malah memanggang serius begini ya... :)Baiklah, berikut ini saya inventaris beberapa kisah sufi Abu Nawas apa cukup lucu, konyol dan menggelitik.

1. Humor menjatuhkan 1001 Malam : kisah Abu Nawas Menipu Tuhan

*
kisah abu nawas menipu tuhan
Kisah ini tampan terkenal dan merupakan start atau cikal bakal munculnya syair fenomenal yang sudah saya tuliskan di atas. Berikut kisahnya:Abu Nawas adalah seorang ulama apa mempunyai murid tampan banyak.Diantara sekian kawanan murid Abu nawas, ada satu orang yang hampir always menanyakan kenapa Abu Nawas mengatakan begini dan begitu. Suatu selama ada tiga rakyat tamu tanya kepada Abu Nawas menjangkau pertanyaan yang sama. Rakyat pertama mulailah bertanya,"Manakah yang lebih utama, orang apa mengerjakan dosa-dosa terlalu tinggi atau orang apa mengerjakan dosa-dosa kecil?""Orang apa mengerjakan dosa-dosa kecil." jawab Abu Nawas
."Mengapa?" kata orang pertama."Sebab lebih mudah diampuni malalui Tuhan." kata Abu Nawas.Orang pertama puas untuk ia memang yakin begitu.Orang senin bertanya mencapai pertanyaan apa sama. "Manakah apa lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa terlalu tinggi atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?""Orang yang tidak mengerjakan keduanya." jawab Abu Nawas."Mengapa?" kata setiap orang kedua."Dengan noel mengerjakan keduanya, tentu tidak memerlukan pengampunan dari Tuhan." kata Abu Nawas. Orang kedua langsung sanggup mencerna hadiah Abu Nawas.Orang ketiga juga bertanya dengan pertanyaan yang sama. "Manakah yang Lebih utama, orang apa mengerjakan dosa-dosa terlalu tinggi atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?""Orang apa mengerjakan dosa-dosa besar." jawab Abu Nawas."Mengapa?" kata orang ketiga."Sebab memaafkan Allah kepada hamba-Nya sebanding mencapai besarnya dosa hamba itu." jawab Abu Nawas. People ketiga menerima alasan Abu Nawas. Kemudian ketiga rakyat itu pulang mencapai perasaan puas.Karena belum mengerti seorang mahasiswanya Abu Nawas bertanya."Mengapa dengan pertanyaan yang sama bisa ~ menghasilkan jawaban apa berbeda?""Manusia dibagi tiga tingkatan. Tingkatan mata, tingkatan otak dan tingkatan hati.""Apakah tingkatan mata itu?" tanya murid Abu Nawas. "Anak kecil apa melihat bintang di langit. La mengatakan bintang itu kecil untuk ia hanya menggunakan mata." jawab Abu Nawas mengandaikan."Apakah tingkatan otak itu?" meminta murid Abu Nawas. "Orang pandai yang melihat bintang di langit. La mengatakan bintang menemani itu besar buat ia berpengetahuan." jawab Abu Nawas."Lalu apakah tingkatan trấn itu?" tanya murid Abu Nawas."Orang cerdik dan mengerti yang melihat bintang di langit. La tetap mengatakan bintang itu small walaupun ia kenal bintang itu besar. Buat bagi orang yang mengerti tidak ada sesuatu apapun apa besar jika dibandingkan mencapai KeMaha-Besaran Allah."Kini mahasiswa Abu Nawas awal mengerti kenapa pertanyaan apa sama bisa ~ menghasilkan jawaban yang berbeda. La meminta lagi."Wahai guru, mungkinkah umat ​​manusia bisa menipu Tuhan?""Mungkin." jawab Abu Nawas."Bagaimana caranya?" tanya murid Abu Nawas mau tahu."Dengan merayu-Nya melalui pujian dan doa." kata Abu Nawas"Ajarkanlah doa menemani itu padaku wahai guru." pinta mu escape Abu Nawas"Doa menemani itu adalah : llahi lastu lil firdausi ahla, wala aqwa"alan naril jahiimi, fahabli taubatan waghfir dzunubi, fa innaka ghafiruz dzanbil "adhimi.Arti doa menemani itu adalah : Wahai Tuhanku, aku ini noël pantas were penghuni surga, tetapi aku noel akan kuat terhadap panasnya fire neraka. Melalui sebab menemani itu terimalah tobatku serta ampunilah dosa-dosaku. Karena sesungguhnya Engkaulah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar.

Lihat lainnya: Catat Tanda Kehamilan Awal Sebelum Telat Haid, Bunda Perlu Tahu!

Wallahua"lam bishshowwab.

2.Kisah sufi Abu Nawas noël mau kelelahan dan Rukuk batin Salat