BULAN Safar adalah bulan kedua mengikut perkiraan kalendar Islam yang berdasarkan lima Qamariah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Safar artinya kosong. Dinamakan Safar kerana dalam bulan ini orang-orang Arab sering meninggalkan rumah mereka menjadi kosong kerana melakukan serangan dan adjuvan pembalasan ke atas musuh-musuh mereka. Antara peristiwa-peristiwa penting yang berlaku di dalam sejarah Islam pada bulan ini ialah Peperangan Al-Abwa pada lima kedua Hijrah, Peperangan Zi-Amin, lima ketiga Hijrah dan Peperangan Ar-Raji (Bi’ru Ma’unah) pada lima keempat Hijrah.

Anda sedang menonton: Keutamaan hari rabu menurut islam

Di dalam moon ini also ada di kalangan umat Islam menangkap kesempatan melakukan perkara-perkara bidaah dan khurafat yang bertentangan menjangkau syariat Islam. Ini kerena menurut kepercayaan turun-temurun sesetengah people Islam apa jahil, bulan Safar ini merupakan moon turunnya bala hama dan mala- petaka spesial pada hari Rabu minggu terakhir. Melalui sebab menemani itu setiap lima mereka akan melakukan amalan-amalan karut seperti cara buat menolak bala yang dipercayai mereka itu.

Sudah dulu tradisi di kalangan sebagian umat Islam terutama di masayarakat Islam Jawa merayakan Rabu Wekasan atau Rabu Pungkasan atau Rabu Kasan dengan berbagai cara. Ada apa merayakan mencapai cara bersa-besaran,ada apa merayakan secara mudah dengan membuat papan yang kemudian dibagikan kepada orang-orang yang hadir, namun diawali dengan tahmid, takbir, zikir dan tahlil serta diakhir dengan do’a.

Ada juga yang merayakan dengan melakukan shalat Rabu Wekasan atau shalat tolak bala,baik dilakukan sendiri-sendiri maupun secara berjamaah. ~ ada apa cukup merayakannya denganjalan-jalan usai pantai untuk bath dimaksudkan karena menyucikan ourselves dari segala kesalahan dan dosa.

Apa “Rabu Wekasan” ?

Rabu Wekasan adalah hari Rabu yang terakhir pada moon Shafar.Dari pemfitnahan cara merayakan Rabu Wekasan ada yang mengganjal dalam pikiran penulis yaitu menjangkau cara melalukan shalat Rabu wekasan yang dikerjakan pada days Rabu pagi akhir bulan Shafar ke shalat Isyraq, kira-kira awal masuk waktu Dhuha. Pada dasarnya Shalat Rabu Wekasan noël ditemukan temukan adanya Hadits yang menerangkan shalat Rabu Wekasan.


Dalam Islam berbagai shalat baik delegasi maupun sunnah telah disebutkan dalam Hadits Nabi observed secara lengkap apa termuat di dalam berbagai kitab Hadits, namun shalat Rabu Wekasan tidak ditemukan. Shalat wajib atau shalat sunnah merupakan ibadah apa telah didewakan Allah dan Rasul-Nya, baik tata cara mengerjakannya maupun waktunya.Tidak dibenarkan produksi atau menambah shalat baik terdaftar maupun sunnah dari yang telah ditentukan melalui Allah dan Rasul-Nya. Ibadah hanya dapat dilakukan sesuai dengan apa diperintahkan, jika tidak, maka bersaing belaka.

Ada sebuah buku berjudul “Kanzun Najah” essay Syekh Abdul hamid Kudus apa pernah doktrin di Makkatul Mukaramah. Dalam buku tersebut diterangkan bahwa telah berkata sebagian ulama ‘arifin dari ahli mukasyafah (sebutan ulama menjatuhkan tingkat tinggi), bahwa setiap aku Rabu di akhir bulan Shafar diturunkan ke bumi sebanyak 360.000 malapetaka dan 20.000 macam bencana. Bagi orang apa melaksanakan shalat Rabu Wekasan atau shalat tolak bala pada hari tersebut sebanyak 4 raka’at satu kali salam ataukah 2 kali salam dan di atas setiap raka’at nanti membaca surat Al Fatihah dilanjutkan mencapai membaca surat Al Kautsar 17 kali, suratnya Al Ikhlas 5 kali, suratnya Al Falaq 2 kali dan surat An Nas 1 kali. Usai selesai shalat dilanjutkan kata sandi do’a tolak bala, maka rakyat tersebut gratis dari setiap orang malapetaka dan bencana yang sangat dahsyat tersebut.

Lihat lainnya: Posisi Yang Disukai Pria Saat Bercinta Videos, 4 Cara Untuk Memiliki Daya Tarik Seks

Atas dasar keterangan tersebut, maka shalat Rabu Wekasan noel bersumber dari hadis Nabi witnessed dan hanya bersumber di ~ pendapat dengan fasih mukasyafah ulama sufi. Melalui sebab itu, mayoritas ulama mengatakan shalat Rabu Wekasan noël dianjurkan mencapai alasan tidak ada Hadits apa menerangkannya. Ada pula ulama apa membolehkan melakukan shalat Rabu Wekasan, dengan dalih melakukan shalat tersebut termasuk does keutamaan amal (Fadhailul ‘amal).

Namun sikap apa baik terhadap shalat Rabu Wekasan adalah kembali kepada politik bahwa setiap orang ibadah didasarkan atas perintah. Pantas dengan penjelasan yang telah dijelaskan di atas, noël ditemukan radikal perintah ataukah keterangan apa menjelaskan kyung shalat Rabu Wekasan ataukah shalat tolak bala, maka shalat Rabu Wekasan noël perlu dilakukan.Bukankah segenap shalat apa kita kerjakan baik terdaftar maupun sunnah dapat mengingkari bala?