Orang-orang sentral menikmati makan malam di tenda jajanan feet lima saat pelonggaran PPKM di tengah pandemi COVID-19, di Jakarta, 28 Juli 2021. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

Hanya dalam kurun times kurang dari tiga moon setelah mengalami gelombang kedua pandemi COVID-19, perebakan wabah jawaban bi-side corona di tanah air kini menurun drastis. Bertanya lalu mengemuka tentang apa yang mendasari penurunan kasus yang begitu cepat tersebut.

Anda sedang menonton: Jumlah virus corona di indonesia


JAKARTA —

Masih segar di dalam ingatan bahwa pada bulan Juli lalu, situasi pandemi COVID-19 di Indonesia memasuki ketentuan terparah di mana banyak dari fasilitas diberkatilah anda kolaps, tak mampu menampung aliran pasien apa datang terus menerus.

Media sosial saat menemani itu dipenuhi oleh berita kematian dan permintaan pertolongan untuk mencari oksigen. Varian viridans Delta, yang lebih menular dibandingkan dengan varian lainnya, dengan sederhana menjadikan Indonesia kemudian episentrum markas besar penyebaran COVID-19 di Asia.

Namun, kondisi apa terjadi kini perlahan-lahan membaik. Jumlah kasus active harian cantik jauh turun dibandingkan menjangkau dua bulan lalu. Cerita COVID harian dari pemerintah tambahan menunjukkan penurunan drastis di atas jumlah korban yang meninggal asibe infeksi virus corona ini. Batin beberapa days terakhir, jumlah korban meninggal tercatat di bawah 100 orang.

Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan selain karena penanganan pandemi COVID-19 yang dilakukan, penurunan kasus ini terjadi buat adanya kemungkinan sekitar sebagian geram masyarakat siap memiliki kekebalan.


*

“Salah satu penjelasan ilmiahnya adalah karena banyak rakyat Indonesia yang sudah memiliki kekebalan, baik menyertainya secara buatan oleh vaksin, ataupun alamiah untuk sembuh dari sakit,” ungkap Budi dalam telekonferensi pers, di Jakarta, pada kedua (11/10).

Untuk mengetahui halaman tersebut secara pasti, pihaknya ini adalah bekerja sama mencapai Kementerian di dalam Negeri (Kemendagri), hochschule Indonesia (UI) dan memegang Kesehatan world (WHO) untuk melakukan survei prevalensi ​antibodi (seroprevalence survey) kepada 21.880 sampel di 34 provinsi dan 100 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.


*

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam telekonferensi pers usai Ratas di Jakarta, kedua (27/9) menepis kabar terciptanya ribuan kasus Corona di sekolah acibe adanya PTM (VOA)

“Nanti gawangnya survei ini akan selesai di pertengahan Desember dan bisa memberikan gambaran apa lengkap mengenai kondisi kekebalan atau kondisi antibodi dari seluruh person kita di 34 provinsi dan dulu basis bagi penyusunan kebijakan kita setelah depannya. Rencana kami seroprevalence survey ini ini adalah dilakukan setiap enam bulan,” clearly Budi.

Lihat lainnya: Muatan Tematik Pkn : Contoh Sikap Sila Ke 1, Contoh Sikap Pancasila Sila Ke

Rakyat Dianggap cantik Punya Kekebalan

Ahli epidemiologi dari hochschule Airlangga Windhu purnomo mengakui kurva kasus COVID-19 di negara air turun sangat tajam. Senada dengan Budi, Windhu pun menduga bahwa telah tercipta kekebalan alamiah di masyarakat akibat tingkat infeksi apa begitu tinggi apa terjadi sebelumnya.