*
" data-medium-file="https://i0.wp.com/www.fasettoblog.com/wp-content/uploads/2017/06/tangan-cinta.jpg?fit=300%2C200&ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/www.fasettoblog.com/wp-content/uploads/2017/06/tangan-cinta.jpg?fit=600%2C400&ssl=1" data-full- title="9 restriksi antara Laki-laki dan wanita yang bukan Mahram (1) 1">

ISLAM melarang semua sebab yang membawa kepada hubungan noël halal antara laki-laki dan perempuan. Dalam rangka mencegah keburukan dan menyakiti besar sebenarnya hubungan yang noël halal ini, agama Islam melarang segenap sebab yang menjerumuskan setelah dalam perbuatan buruk ini, di antaranya (Hiraasatul fadhiilah, hlm. 101-102),

1. Dilarang menemui wanita yang tidak halal dan berduaan dengannya, tersirat berduaan dengan sopir di mobil, dengan helper di rumah, dengan dokter di tempat prakteknya dan lain-lain.

Anda sedang menonton: Hadits tentang larangan berduaan yang bukan muhrim

Banyak dalil apa menunjukkan bab ini, di antaranya sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah sekali-kali seorang laki-laki berduaan mencapai seorang wanita kecuali setan akan were yang ketiga.” ((HR Tirmidzi 2165, Ahmad (1/26), dan dishahihkan al-Albani)


2. Larangan bersafar (melakukan bepergian jauh) bagi perempuan tanpa laki-laki yang menjadi mahramnya (suami, ayah, paman ataukah saudara laki-lakinya).

Dalil apa menunjukkan bab ini also banyak sekali, di antaranya sabda Rasulullah : “Janganlah sekali-kali seorang banci bersafar kecuali bersama dengan mahramnya.” (HR. Bukhari 2844 dan Muslim 1341)


3. Diharamkannya memandang niat kepada lawan jenis, berdasarkan firman Allah :

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ. وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Katakanlah kepada laki-laki apa beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluannya; apa demikian menyertainya adalah lebih mengucapkan bagi mereka, sebenarnya Allah Maha Mengetahui what yang mereka perbuat”. Dan katakanlah kepada wanita apa beriman: “Hendaklah mereka menahan jam tangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan bukan mereka menampakkan jeumpa mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.” (QS an-Nuur: 30-31).

4. Dilarang menemui seorang perempuan tanpa mahram, meskipun dia saudara suami (ipar), berdasarkan sabda Rasulullah : “Waspadalah kami (dari perbuatan) menemui perempuan (tanpa mahram)”. Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah , di mana dengan al-hamwu (ipar dan kerabat suami lainnya)? Rasulullah bersabda “al-Hamwu adalah kebinasaan.” (HR Bukhari 4934 dan Muslim 2172)

Artinya: fitnah apa ditimbulkannya lebih besar karena bisanya seorang perempuan adopsi biasa jika berduaan dengan relatif suaminya.

Lihat lainnya: Apakah Portugal Lolos Euro 2020 : Portugal Lolos Ke 16 Besar, Ronaldo Gemilang

(Simak Fathul Baari, 9/332). <>