fasettoblog.com-Sejumlah buruh kasar apa bekerja di perusahaannya tambang nikel PT Indonesia Morowali industrial Park (PT IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulteng, melalui Sub Kontraktor, mengeluhkan permintaan uang muka karena bisa bekerja di masyarakat tambang itu. Jika belum bisa bayar uang muka, maka harus rela dipotong gajinya setiap bulan.

Anda sedang menonton: Gaji pt imip morowali 2020

Salah seorang buruh yang bekerja malalui salah satu below Kontraktor PT IMIP apa terletak di Desa Patufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali menemani itu mengaku, untuk bisa bekerja diperusahaan itu, mereka harus membayar mata uang muka. Bila tidak, terpaksa harus rela dipotong gaji setiap bulannya.


Berita Terkait


*

Bupati Morowali Dorong investasinya PT BTIIG di Bungku Barat buat Pemerataan Ekonomi


2 Desember 2021
128
*

Catat! Ini janji Pimpinan PT BTIIG mr Ho Pada burger Bungku barat Bila Pabrik Pemurnian Nikel Terbangun


2 Desember 2021
509

Bupati Tolitoli Amran H Yahya Resmikan Tambak Udang Vannamei Dilahan 86 Hektare


1 Desember 2021
129

“Kalau hitungan gaji kami perbulan dari PT IMIP sebesar Rp 200 ribu sehari untuk gaji buruh kasar apa diberikan malalui pihak below Kontraktor, terus dari below Kontraktor diberikan ke kita pekerja hanya Rp160 ribu, memanggang ada bagian Rp40.000 jelasnya menambahkan.

Para buruh tak gerbong protes untuk takut dipecat. Mereka pasrah, apalagi zaman sekarang sukar mencari kerja, dulu buruh kasar di sub kontraktor masyarakat PT IMIP adalah pilihan last meski tak ada dapat diandalkan upah yang layak.

“Kami merantau jauh-jauh dari kampung, bekerja buat mencari mata uang menghidupi keluarga sangat penting meski akibat hak-hak yang harus kalian terima noël layak,” urainya.

Buruh lainbutuh mengaku, terpaksa menerima kapak tersebut. Liêu menganggur.

“Mau di apa, merencanakan saja walaupun pembayaran pertama hingga ketiga saya dipotong malalui sub kontraktor, buat waktu pertama masuk pergerakan belum perhitungan mahar ,” ungkap diperoleh buruh.

Yang lebih menyayat hati, selain dimanfaatkan malalui pihak below Kontraktor, banyak karyawan di PT IMIP tambahan dibeda-bedakan fasilitas dan tingkat kesejahtraannya.

“Kalau dalam perusahaan menyertainya pak, walaupun helem kita sama, tetap perhitungan kita beda dengan TKA dari luar, kalau untuk kita terima 160 ribu per hari, TKA dari China 300 seribu perhari, padahal sama-sama buruh bruto ,” ucap sumber buruh.

Sementara itu di tempat terpisah, penyimpangan satu sub Kontraktor potongan Penyaluran Tenaga pergerakan PT Perdana Panrita Bawalipu (PT PPB) yang dikonfirmasi berasosiasi adanya pungutan uang karena masuk merencanakan meluruskan pemahaman para buruh itu.

Komisaris PT PPB Andis menbantah adanya dikerahkan soal mahar itu tanpa timbal balik.

Ia mengibaratkan, kalau mahar akun itu semacam mata uang panai tidak mengharapkan kembali dan hangus begitu saja.

“PT PPB bergerak dengan melakukan kawasan PT IMIP, penerapan yang diterapkan dengan melakukan PT IMIP menemani itu diharuskan disusul protokolnya tim Covid-19, di dalam tim Covid-19 mengharuskan Swab anti jenderal sebanyak dua kali kepada para buruh,” jelass Andis.

Biaya Swab diawal menyertainya Rp400 ribu, nilai kedua Rp400 ribu batin jangka times 11-12 hari.

Kemudian ada pembayaran BPJS ketenaga kerjaan yang telah diwajibkan.

Jadi, jernih Andis, dalam kawasan PT IMIP menyertainya diwajibkan tiga paket dengan pengeluaran Rp278 ribu.Kemudian ada biaya penerbitan identifier CARD.

“Itu semua yang kami gunakan, makanya kalian menerapkan cost administrasi diawal,” clearly Andis.

Disinggung adanya pemangkasan perhitungan buruh yang seperti disampaikan sumber, pihaknya menyampaikan menyertainya namanya margin

“Itu margin kita pak benefit perusahaan, dari PT IMIP hanya Rp 190-200 ribu, margin kita Rp30-40 ribu, sedikit itulah apa kami digunakan sebagian untuk membayar orang kantor. Selain menyertainya kadang kita rugi karena mereka noel ada ikatan kerja, memanggang kadang seenaknya pindah setelah perusahaan lain. Nah itu apa merugikan kita, untuk APD, helem dan i would CARD sudah kita bayarkan diawal,” tandasnya.

Selain itu, ia harapan agar sekiranya adanya pembentukan asosiasi buat para sub kontraktor, khususnya bagian penyaluran tenaga kerja ke PT IMIP, agar sekiranya harga untuk para below kontraktor noel berbeda-beda.



Sebenarnya kalian miris dan kasian dengan karyawan, buat kita ini para distributor tenaga kerja ke IMIP penawaran harga tinggi, agar kiranya karyawan kita juga kami beri gaji tinggi, tetapi dilain sisi ada teman kita yang bergerak dibidang apa sama, kayak kita penawaran harga rendah usai IMIP, pasti yang rendah apa dipilih IMIP,” papar Andis.

Akibatnya yang mengalami resikonya adalah buruh, buat pasti gajinya rendah juga.

Lihat lainnya: Makam Mbah Kuwu Cirebon Girang, Mbah Kuwu Sangkan Ternyata Miliki Lima Nama

Makanya, menjangkau adanya asosiasi yang menaungi para below kontraktor ini, maka dapat diputuskan bersama politik harga apa sama.ke PT IMIP. Sehingga noël ada lainnya permainan.

“Saya yakin para buruh gajinya pun menjadi sama rata benar skillnya dan untuk kita pun para sub kontraktor noel menpermainkan harga penyaluran tenaga action lagi, terutang miris, saya harap difasilitasi berpendidikan asosiasi pak,” kata Andis jenuh harap.(Wan)