Paguyunan Agus, sebuah komunitas dengan namu awalan Agus, markas besar bersilaturahmi di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (fasettoblog.com/Jayadi Supriadin)
fasettoblog.com, garut - Bagi mayoritas sosial Garut, Jawa Barat, deretan nama berikut such Asep, Encep, Agus, Aceng, Ujang, Nyai, Ai, merupakan nama-nama apa tak ekstrateritorialitas di telinga masyarakat dari lama.

Anda sedang menonton: Ciri khas nama orang sunda

Sebagai suku bangsa di negara Air, call nama-nama di atas, memang dulu ciri kas social Sunda, sebagai pembeda dengan nama lainnya dari suku lain di Indonesia.


Budayawan lokal Franz Limiart mengatakan, munculnya nama khas masyarakat Sunda, merupakan perkembangan dari panggilan kesayangan masyarakat saat menyertainya bagi buah trấn mereka.

Menurutnya, perkembangan nama belakang seseorang di kalangan masyarakat Sunda, memang tidak bisa terpublikasi dari kebiasaan masyarakat sekitar sejak lama.

"Ada juga karena faktor strata sosial, sehingga panggilan mereka kemudian digunakan menjadi namu anak," kata dia.

Franz kemudian mencontohkan nama Encep merupakan nama belakang halus bagi anak laki-laki, apa diambil dari Asep, mengkhususkan diberikan karena kalangan ningrat atau bangsawan.

"Kalau social biasa cukup Asep, ataukah Ujang bagi bocah orang lain," kata dia.

Hal apa sama berlaku bagi anak perempuan, panggilan Ai, Enok merupakan call bagi masyarakat ningrat saat itu, hingga akhirnya tangan kedua sebagai nama anak perempuan di kemudian hari.

"Namun kini nama Enok siap jarang used seiring evolusi zaman," ujar dia sedikit bercanda.

Khusus bagi stiker agama, ada panggilan khusus apa biasa digunakan para kiai, ajengan, ustaz di kalangan sosial Sunda, buat menyebut anak laki-laki mereka.

"Pokoknya origin anak kiai, ustaz, ajengan, terlebih punya pesantren atau lembaga pendidikan keagamaan islam, konvensional dipanggil Aceng," kata dia.

Namun, di dalam perkembangan selanjutnya, nama call itu justru berkembang menjadi nama belakang awalan bagi muda dari sebuah keluarga.

"Kini bukan anak kiai pun namanya bisa keuntungan Aceng, silahkan saja," kata dia.

Bahkan, seiring development Islam di Indonesia, nama-nama di atas kemudian berkolaborasi dengan nama belakang lain di belakanganya yang berasal dari bahasa Arab, misalnya Aceng Miftah, Aceng Fikri, dan lainnya.

"Acengnya merupakan call Sunda, Miftah, Fikri modern bahasa Arab," ujar dia.


Simak Video pilihan Berikut:


Video polisi muda bernama Bripda Asep Jafar Sidik sentral mengimami tahanan dalam sel famous di Sosmed, kelewat video berdurasi 2.03 menit akun itu sampai ke telinga Kapolri Jendral Idham Azis.


*

Asep Jaelani, Wakil ketua Paguyuban Asep world mengatakan, such nama depan yang melakukan dari social sunda, nama–nama familiar kemudian Asep, Agus, Ujang dan lainbutuh merupakan kebanggaan bagi negeri.

"Kalau kalian memiliki lembaga Asep Dunia, kemudian agus dan kawanan lagi,” ujar dia.

Menurutnya, munculnya nama-nama khas sosial Sunda di belantika tanah Air, diharapkan mampu memperkuat tali silaturahmi sesama masyarakat Sunda.

"Karena memang kami such suku Sunda dan lainnya memiliki ciri khas yang saling menguatkan dengan kesukuan lainnya di Indonesia," ujar dialah bangga.

Dalam strata social Sunda, namu Asep merupakan namu kesayangan apa diberikan orangtua bagi anak laki-laki. "Kalau dulu tok panggilan, namun muncul justru nama dokter yang tercatat sebagai nama seseorang," ujar dia.

Bahkan kini, namu Asep tidak hanya menjadi kebanggaan dan ciri khas social Sunda semata, tetapi social dan kesukuan lainnya di Indonesia, mulailah menggunakannya.

"Bahkan di Bojonegoro nama Asep malah dipakai perempuan, namanya Asep Purwani," ujar dia.

Kemudian di beberapa daerah lainnya namu Asep then digabungkan dengan marga ataukah marga satu suku, such Asep Situmorang, Asep Sugiarto, meskipun tidak memiliki ikatan keturunan kesukuan Sunda kemiripan sekali.

"Dia bahkan tidak bisa bahasa sunda sama sekali, namun firmicutes bangga menggunakan nama belakang Asep," ujar dia.

Namun meskipun demikian, Asep mengklaim jika nama Asep memiliki filosopi yang mendalam, sekaligus doa bagi anak laki-laki yang menyandang nama Asep.

"A akun itu artinya agama, S akun itu sosial ataukah berjiwa sosial, E akun itu ekonomi atau were pemimpin di dalam dunia usia dan p adalah Pendidikan," papar dia.


*

Pamong Budaya daerah Sejarah melayani Pariwisata dan Budaya garut Warjita mengatakan, penyebutan nama panggilan kesayangan apa berkembang di masyarakat, noël lepas dari pola tatanan sosial apa dibentuk kerajaan Mataram, kemudian penguasa kerajaan di pulau Jawa saat itu.

"Garut dan empire di Jawa barat itu deviasi satu bagian dari kekuatan Mataram," kata dia.

Di bawah kekuatan Sultan Agung saat itu, dibentuk tatanan sosial social sehingga memungkinkan adanya kasta yang berkembang di pusat kehidupan masyarakat.

“Walaupun call Asep dan Encep sama untuk anak laki-laki, namun status beda," kata dia.

Akibatnya, semakin tinggi negara sosial di masyarakat, panggilan yang berlaku di sosial pun various termasuk hingga menyangkut keturunan.

"Encep akun itu panggilan buat anak ningrat, sementara ujang panggilan untuk anak rakat jelata, padahal keduanya kemiripannya panggilan untuk anak laki-laki," kata dia.

Bahkan, panggilan bungsu apa merujuk pada anak paling bontot, belakangan justru menjadi nama Cucu atau Ucu, untuk menunjukan anak paling akhir dari sebuah keluarga.

Kini, seiring berjalannya waktu, panggilan kesayangan apa berkembang di tingkat strata sosial tempo dulu, akhirnya digunakan sebagai nama oleh masyarakat.

Lihat lainnya: Lirik Lagu Dan Not Lagu Alone Alan Walker, Lirik Lagu Dan Not Pianika Alan Walker Ft Ava Max

"Dan memang noël ada larangan, sah-sah saja were sebuah nama orang bagi generasi berikutnya," ungkap dia.