4. Baca secara terpisah Al Fatihah

Diriwayatkan melalui Imam Bukhari dari ‘Ubadah bin Ash Shamit, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada shalat bagi yang noël membaca Faatihatul Kitab (Al Fatihah).”

Disunnahkan ke itu membaca surat sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah dari Rasululah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” Jika kalian noël tambah selain Al Fatihah, maka itu sudah cukup. Namun bila kalian tambah setelahnya menemani itu lebih baik.”

5. Ruku’

Diwajibkan penasaran tasbih disaat ruku’ sebanyak satu kali dan disunnahkan tiga kali. Ada banyak macam tasbih ruku’ dalam sunnah-sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya ucapan :

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Sebagaimana diriwayatkan melalui Imam Muslim dari Hudzaifah, bahwa itu pernah shalat together Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan selagi ruku’ beliau membaca: “SUBHAANA RABBIYAL ‘AZHIIM (Maha suci Tuhanku apa Maha Agung).”

6. I’tidal (Bangun dari Ruku)

Disunnahkan kapan bangun dari ruku suci tasmi’ dan selagi berdiri megging membaca tahmid.

Anda sedang menonton: Bacaan sholat fardhu sesuai sunnah

Ucapan tasmi‘ adalah

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Diriwayatkan melalui Abu Daud dari Abu Hurairah setelah itu penasaran Allahu Akbar, kemudian ruku’ sampai tenang semua persendiannya, lalu mengucapkan ” SAMI’ALLAHU terbatas HAMIDAH ” sampai kedudukan lurus

Sedangkan bacaan tahmid adalah رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Diriwayatkan melalui Bukhari dari Abu Hurairah berkata, “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca: ‘SAMI’ALLAHU terbatas HAMIDAH (Semoga Allah mendengarkan pujian orang yang memuji-Nya) ‘, maka beliau rejang dengan: ‘RABBANAA WA LAKAL HAMDU (Wahai Rabb kami, bagi-Mu lah segala pujian) ‘. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam rukuk dan tangga berjalan kepalanya (dari sujud), beliau bertakbir, dan jika terbang dari dua sujud (dua rakaat), beliau mengucapkan ‘Allahu Akbar’.”

Setelah melafalkan tahmid, disunnahkan buat membaca dzikir :

مِلْءُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Sebagaimana disebutkan dengan melakukan riwayat Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam apabila i’tidal maka beliau mengucapkan; “SAMI’ALLAHU liman HAMIDAH, RABBANAA WALAKAL HAMDU MIL`US SAMAAWAATI WAL ARDLI WA MIL`U MAA BAINAHUMAA WAMIL`U MAA SYI`TA MIN SYAI`IN BA’DU (Maha mendengarkan Allah terhadap siapa saja yang memuji-Nya, Wahai Rabb kami, hanya bagi Engkau jua segala pujian, sepenuh langit, bumi, dan sepenuh isi tee dan bumi dan sepenuh maafkan saya yang Engkau kehendaki ke itu).”

7. Sujud

Diwajibkan bermusim tasbih disaat busur sebanyak satu kali dan disunnahkan tiga kali. Ada banyak macam tasbih kelelahan didalam sunnah-sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya ucapan :

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Diriwayatkan oleh Muslim dari Hudzaifah, bahwa ia pernah shalat together Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan ketika kelelahan beliau membaca: “SUBHAANA RABBIYAL A’LAA (Maha bermusim Tuhanku apa Maha Tinggi).”

8. Duduk di antara Dua Sujud

Terdapat mayoritas macam bacaan disaat duduk diantara dua sujud yang disebutkan dalam sunnah-sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa wallam, diantaranya :

رَبِّ اغْفِرْ لِي رَبِّ اغْفِرْ لِي

Diriwayatkan Imam one Nasai dari Hudzaifah bahwa ia pernah shalat together Nabi ketika berada diantara dua sujud beliau membaca, ” ROBBIGHFIRLI, ROBBIGHFIRLI (Wahai Rabbku ampunilah aku, wahai Rabbku ampunilah aku).”

Atau bisa juga ia membaca :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي

Diriwayatkan Abu Daud dari Ibnu abas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suci diantara dua sujudnya “ALLAHUMMA GHFIR LI WARHAMNI WA’AFINI WAHDINI WARZUQNI” (ya Allah anugerahkanlah untukku ampunan, rahmat, kesejahteraan, petunjuk dan rizki).”

Dan di rakaat detik pada shalat yang empat atau tiga rakaat disunnahkan untuk duduk tasyahud start dengan baca secara terpisah bacaan tasyahud dan shalawat atas Nabi, diantara bacaan tasyahud yang disunnahkan adalah :

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ

Kemudian penasaran dua sentence syahadat :

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Sebagaimana diriwayatkan malalui Imam Bukhari dari Ibnu Mas’ud berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengajariku tasyahud -sambil menghamparkan kedua telapak tangannya- sebagaimana beliau mengajariku surat Al Qur’an, yaitu “’ATTAHIYYAATU LILLAHI WASHSHALAWAATU WATHTHAYYIBAAT. ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHANNABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBAADILLAHISH SHAALIHIIN ASYHADU one LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASULUHU.’ (Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Harapan kesejahteraan terlimpahkan kepada engkau wahai Nabi dan juga rahmat dan berkah-Nya. Dan juga semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kita dan kepada hamba-hamba Allah yang shalih Aku bersaksi noel ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya’) Yaitu selama beliau masih kehidupan bersama kami, namun selagi beliau telah meninggal, kami mengucapkan; “Assalaamu maksudnya atas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”

9. Duduk diatas Tasyahud Akhir

10. Tasyahud Akhir

11. Shalawat atas Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam ke Tasyahud Akhir

Bacaan diatas tasyahud akhir seperti pada tasyahud mulai namun ditambah setelah itu dengan bershalawat overhead Nabi ataukah dengan Shalawat Ibrahimiyah yang berbunyi :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Diriwayatkan oleh Bukhari dari ‘Abdur Rahman bi Abi Laila berkata : Ka’ab bin ‘Ujrah menemui aku lalu berkata; “Maukah kamu aku hadiahkan suatu hadiah yang aku mendengarnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam”. Aku jawab; “Ya, hadiahkanlah aku”. Lalu dialah berkata; “Kami pernah meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; “Wahai Rasulullah, di mana caranya kalian bershalawat kepada tuan-tuan kalangan Ahlul Bait sementara Allah telah mengajarkan kita bagaimana cara menyampaikan salam kepada kalian?”. Maka Beliau bersabda: “Ucapkanlah; “ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHOLLAITA ‘ALLA IBRAHIM WA ‘ALAA AALI IBRAHIM INNAKA HAMIDUN MAJID. ALLAHUMAA BAARIK ‘ALAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALAA IBRAHIM WA ‘ALAA AALI IBRAHIM INAAKA HAMIDUN MAJID” (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada familic Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahiim dan kepada familial Ibrahim, pada kenyataannya Engkah Maha terpuji dan Maha Mulia. Memiliki Allah berilah barakah kepada Muhammad dan familial Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi barakah kepada Ibrahim dan kepada familial Ibrahim, sesungguhnya Engkah Maha terpuji dan Maha Mulia) “.

Ada also riwayat Ibnu Hibban apa dishahihkan oleh al Albani berbunyi :ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD, WA’ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA IBROOHIIMA WA’ALAA AALI IBROOHIIMA WABAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALAA IBROOHIIMA WA’ALAA AALI IBROOHIIMA FIL’AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIID

Disunnahkan nanti bershalawat atas Nabi di atas tasyahud kedua buat berdoa :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Diriwayatakan melalui Imam Muslim dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dialah berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Jika salah seorang diantara kami tasyahud, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dan berdoa “ALLAHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAMA WAMIN ‘ADZAABIL QABRI WAMIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WAMIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAL (Ya Allah, saya penampungan kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah hayatnya dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal).”

12. Salam

Sebagaimana diriwayatkan melalui Abu Daud dari Aisyah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam beliau menutup shalat mencapai salam.

Lihat lainnya: Cara Mengatasi Anak Sulit Makan Laperma Platinum, Bagi Anak, Bermain Lebih Menarik Ketimbang Makan

Ucapan salam yang biasa dilakukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam selagi menutup shalatnya adalah السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Diriwayatkan malalui Abu Daud dari ‘Alqamah bin Wa`il dari ayahnya itu berkata; “Aku shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau memberi salam nanti arah kanan dengan suci “ASSLAMU’ALAIKUM WA ROHMATULLAHI WA BARAOKAATUHU (Semoga keselamatan, rahmat dan berkah Allah tetap atas kalian), ” dan kearah kiri dengan mengucapkan “Assalamu ‘alaikum warahmatullah (Semoga keselamatan dan rahmat Allah tetap overhead kalian).”

13. Thuma’ninah

14. Tertib Rukun-rukunnya

*

Doa usai Shalat Tahajjud

Dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang dibaca dalam shalat tahajjud tidaklah variasi dengan dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang telah saya sebutkan diatas di dalam setiap gerakannya. Just saja Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam selagi hendak mandat shalat tahajjud berdoa dengan mengucapkan :

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَوْ لَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari Ibnu ‘Abbas berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bila berdiri melaksanakan shalat malam, Beliau membaca doa (istiftah) “ALLAHUMMA LAKAL HAMDU. ANTA QOYYUMUS SAMAWAATI WAL ARDHI WA male FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU LAKAL MULKUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA male FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA NUURS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA male FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA MALIKUS SAMAAWAATI WAL ARDHI. WA LAKAL HAMDU ANTAL HAQQ WA WA’DUKAL HAQQ WA LIQO-UKAL HAQQ WA QOULUKAL HAQQ WAL JANNATU HAQQ WAN NAARU HAQQ WAN NABIYYUUNA HAQQ WA MUHAMMADUN SHALALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM HAQQ to be SAA’ATU HAQQ. ALLAHUMMA LAKA ASLAMTU WA BIKA AAMANTU WA ‘ALAIKA TAWAKKALTU WA ILAIKA ANABTU WA BIKA KHASHAMTU WA ILAIKA HAAKAMTU, FAGHFIRLII MAA QODDAMTU WA MAA AKHARTU WA MAA ASRORTU WA MAA A’LANTU ANTAL MUQOODIM WA ANTAL MU’AKHIRU LAA ILAAHA ILLAA ANTA AW “LAA ILAAHA GHOIRUKA” (“Ya Allah bagiMulah segala pujian. Engkaulah yang Maha Memelihara thiên dan bumi serta what yang ada di atas keduanya. Dan bagiMulah segala pujian, milikMu kerajaan thiên dan bumi serta maafkan saya yang ada di ~ keduanya. Dan bagiMu segala pujian, Engkau cahaya thiên dan bumi dan maafkan saya yang ada diatas keduanya. Dan bagiMu segala pujian, Engkaulah raja di tee dan di bumi serta what yang ada diatas keduanya. Dan bagiMulah segala puian, Engkaulah Al Haq (Yang Maha Benar), dan janjiMu haq (benar adanya), dan perjumpaan dengaMu adalah benar, firmanMu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, dan para nabiMu benar, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tepat dan hari qiyamat benar. Memiliki Allah, kepadaMulah aku berserah diri, kepadaMulah aku beriman, kepadaMu lah aku bertawakal, kepadaMulah aku bertaubat (kembali), buat hujah yang Kau berikan kepadaku aku memusuhi siapapun apa menentang (syareat-Mu) dan kepadaMu aku berhukum. Ampunilah aku dari dosa apa lalu maupun yang akan datang, apa aku sembunyikan atau apa aku tampakkan. Engkaulah yang Awal dan yang Akhir dan noël ada ilah yang berhaq disembah selain Engkau atau noel ada ilah selainMu”

Adapun setelah tahajjud maka noël ada doa secara khusus. Dibolehkan baca secara terpisah setiap doa terutama doa-doa apa berasal dari Al Qur’an dan Sunnah.

Wallahu A’lam

Ustadz Sigit Pranowo

Bila ingin memiliki karya beliau dari kumpulan jawabutuh jawaban dari Ustadz Sigit Pranowo LC di Rubrik Ustadz Menjawab, silahkan kunjungi attach ini :