Jared Collins, warga Amerika Serikat yang mengatakan dulu perantara pembelian batu meteor antara Josua Hutagalung dan pihak ketiga, menyebutkan bahwa jumlah dana yang diterima pria Sumatra north itu bukan Rp200 million dan bahwa "tidak ada harga meteor seharga Rp25 miliar." pada Jumat (20/11), kepada fasettoblog.com berita Indonesia, Josua Hutagalung mengamini bahwa Jared adalah seorang "perantara".

Anda sedang menonton: Arti mimpi diberi uang oleh orang yang sudah meninggal


Dalam penjelasan tertulisnya kepada fasettoblog.com berita Indonesia, Jared mengatakan dirinya "dihubungi melalui sesama penggemar meteorit apa sedang berada di Amerika, untuk membantunya mendapatkan sebuah meteorit yang jatuh di Sumatera phia băc milik Josua Hutagalung."


Jared "setuju karena membantu koleganya di Amerika" dan then "ditugaskan buat memeriksa keaslian meteorit apa ditemukan melalui Josua Hutagalung".


Perkara "nilai transaksi telah dilepas oleh Josua Hutagalung dan people Amerika luarnya negeri melalui komunikasi langsung yang sebelumnya dilakukan oleh kedua belah pihak, tanpa melibatkan dirinya ".


Jared juga mengatakan ia "menerima penggantian karena biaya bepergian dan karena waktunya yang dihabiskan untuk kepentingan membantu kolega ini. Dia noël memiliki meteorit ini dan tambahan tidak menjual meteorit tersebut kepada pihak lain yang memiliki meteorit tersebut saat ini. "


"Tujuan akhir dari keterlibatan Jared Collins sebagai penggemar meteorit adalah kesempatan sekali seumur hidup karena secara memiliki menyaksikan dan secara fisik percobaan meteorit yang penting secara ilmiah ini," tambahnya.


Sebelumnya, Josua mengaku penjualan meteor menemani itu kepada Jared dan also mengaku terkejut atas pemberitaan media di Inggris terkait harga meteor.


*

Dunia Pagi Ini fasettoblog.com Indonesiafasettoblog.com Indonesia mengudara pada pukul 05.00 dan 06.00 WIB, senin sampai Jumat

Episode


Akan tetapi, di ~ Jumat (20/11), Josua mengoreksi pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa Jarred Collins adalah "perantara" dan "bukan" pembeli batu meteor.


Josua juga meralat perkataannya bahwa dirinya "merasa dibohongi dan kecewa" ketika mendengarkan media di Inggris menyebutnya orang kerajaan baru mencapai harga disebutkan mencapai 757 poundsterling (Rp14,1 juta) every gram di sebuah situs jual-beli online ataukah bila seberat 1.800 gram setara dengan Rp26 miliar. fasettoblog.com noël dapat memverifikasi soal harga apa disebutkan media Inggris ini.


"Saya kejut dengan kesalahpahaman dari media asing. Harganya dari saya. Kalau harganya dari saya, siap pantas lah," kata Josua kepada fasettoblog.com berita Indonesia, Jumat (20/11).


"Kalau siap sampai di sana, itu ~ no hak saya lagi. Mau people itu penjualan berapa, urusan setiap orang itu," lanjutnya.


Meski demikian, Josua militer menolak mengungkap berapa sebenarnya jumlah uang yang dia terima atas penjualan batu meteor tersebut.


Sebelumnya, di ~ Rabu (18/11), Josua, 34 five yang sehari-hari bekerja seperti pembuat dada mati, mengaku batu meteor tersebut dijualnya menjangkau harga Rp200 juta. Mata uang itu pun siap habis dibagi-bagi kepada keluarga, yatim piatu, gereja, dan perbaikan makam orangtua.


"Uangnya sudah habis, cuma Rp200 juta," kata Josua sambil tertawa getir kepada Dedi Hermawan, wartawan di sumatera Utara yang melaporkan untuk fasettoblog.com berita Indonesia.


Saat diwawancarai di atas Rabu (18/11), Josua mengungkap bahwa batu meteor apa menimpa rumahnya tersebut telah dijual kepada Jared Collins, setiap orang Amerika Serikat yang tinggal di Bali pada 17 Agustus 2020. Josua menyatakan awalnya Jared mengatakan hendak membeli batu meteor karena kepentingan penelitian dan dikoleksi.


Josua mengaku mendapat Rp200 juta karena batu meteor. Adapun untuk perbaikan atap rumahnya apa rusak untuk tertimpa rock meteor, dia menerima Rp14 juta. Sehingga bruto dia memperoleh Rp214 juta. Ini adalah tetapi, Josua menolak memberikan bukti pembayaran yang telah diterimanya.


Namun Jared Collins - di dalam keterangannya menyebut - "Dia ditugaskan buat memeriksa keaslian meteorit yang ditemukan melalui Josua Hutagalung, melindungi meteorit tersebut dari kemungkinan harm dan kontaminasi yang mungkin terjadi sebenarnya penanganan meteorit yang noël tepat, serta menyampaikannya menjangkau aman kepada koleganya di Amerika."


Jared tambahan mengatakan "dapat dipastikan bahwa angka yang disebutkan kemiripan sekali noël benar dan noël tepat."


"Adapun keaslian, nilai sebenarnya adalah kerahasiaan detik belah pihak, baik Josua Hutagalung maupun roti isi daging Amerika yang tinggal keluar negeri, yang mengambil alih meteor tersebut, berdasarkan kesepakatan bersama."


"Tetapi jumlah apa dibayarkan / diterima bukanlah Rp200 juta atau harga apa terlalu dibesar-besarkan sejumlah Rp25 miliar yang dilaporkan di seluruh dunia. Saat ini noel ada meteorit dengan cost seperti itu, dan tentunya tidak ada kolektor apa akan dibayar harga tersebut," tambahnya.


*

Sumber gambar, Dok.Pribadi


Keterangan gambar,

Pria berusia 34 lima yang sehari-hari bekerja such pembuat peti dies ini mengaku rock meteor tersebut dijualnya mencapai harga Rp200 juta.


Dalam keterangan sebelumnya, Josua menyebut bobot batu meteor yang jatuh menimpa atap rumahnya dengan 2,2 kilogram, sedangkan yang dia klaim dijual ke Jared just 1.800 gram. Sisanya, menurut Josua, telah dibagi-bagi usai sanak keluarga.


"Saya sendiri dapat five gram, selebihnya saya bagi-bagi usai sanak keluarga. Ada apa dibuat batu cincin," jelasnya.


Joshua berjanji noël akan menjual sisa batu meteor apa dimilikinya itu, meski harga di pasar internasional tampan mahal.


Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), thomas Djamaluddin, mengatakan setiap aku meteorit menjangkau berbagai dalam jumlah besar berpapasan mencapai bumi dan akhirnya masuk ke atmosfer bumi.


Meski demikian, cutting board mengimbau agar masyarakat tidak khawatir, buat batu meteorit tidak mengandung radiasi, sama sebagai jenis bebatuan di bumi.


Kejadian bermula pada Sabtu, 1 Agustus 2020. Saat itu, Josua sedang bekerja membuat peti mati di kediamannya yang terletak di Desa Setahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten tapanuli Tengah, sumatera Utara.


Tiba-tiba Josua mendengar suara gemuruh yang cukup kuat dari atas langit. Suara gemuruh tersebut semakin mendekat usai rumahnya. Noël berselang lama, terdengar suara dentuman yang sangat tangguh dari atap rumah.


"Saya syok dengar suara dentuman itu, lalu saya cobalah ternyata ada bongkahan rock besar yang jatuh menimpa atap rumah saya hingga bocor," kata Josua apa saat itu belum tahu bahwa bongkahan rock tersebut adalah batu meteor.


*

Sumber gambar, Dok.Pribadi


Keterangan gambar,

Josua menyebut bobot rock meteor yang jatuh menimpa atap rumahnya menjangkau 2,2 kilogram, sedangkan yang dijual nanti Jared hanya 1.800 gram.


Awalnya itu mengaku takut mendekati lokasi jatuhnya batu. Namun untuk khawatir terjadi sesuatu, maka digalinya tanah untuk mengangkat batu yang menimpa atap rumahnya tersebut.


"Saat saya angkat, benda itu masih terasa hangat. Saat itulah saya memikirkan bahwa benda apa saya angkat tersebut batu meteor yang jatuh dari langit, sebab noël mungkin ada orang apa melempar batu sebesar menemani itu ke atap rumah," ujar Josua.


Senang mencapai penemuan batu meteor tersebut, itu langsung mengunggah gambar temuannya itu setelah akun Facebook-nya. Sontak saja, unggahan tersebut mendapat respons dari warganet hingga viral dan diliput kawanan media.


Dua hari pascapenemuan batu meteor, seorang warga kyung berniat dicari membeli rock tersebut dari tangan Josua mencapai harga Rp1 miliar. Namun, tawaran tersebut ditolak Josua untuk merasa orang apa bersangkutan noël serius. "Dia sambil main-main tawarnya, makanya saya tolak," katanya.


Dua pekan berikutnya datang tawaran dari Jared Collins, seorang pria asal Amerika apa tinggal di Bali.


Saat diwawancarai diatas Rabu (18/11), Josua menyebut Jared datang ke rumahnya untuk membeli batu meteor setelah mengetahui informasi dari pemberitaan media massa—hal yang kemudian dia ralat.


"Jared tawar batu meteor itu Rp200 juta, saya bertanya tentang tambah dia noel mau. Dia hanya bersedia menambah Rp14 juta untuk biaya perbaikan atap rumah saya yang rusak buat tertimpa rock meteor. Ke dipikir-pikir, saya setuju daripada di rumah, rock itu sering dibuat main kemiripan anak-anak," kata bapak dua rakyat anak ini.

Lihat lainnya: Kapan Sekolah Tatap Muka Dimulai ? Ini Kata Mendikbud Nadiem Makarim


Namun batin keterangannya, Jared mengatakan ia menemui Josua ke dikontak koleganya buat ia "memiliki knowledge serta minat di atas meteorit, dan setuju untuk membantu koleganya di Amerika."


Sumber gambar, Ebay screenshot


Dalam laporannya, suratnya kabar The Sun, menyebut Jared Collins such pakar batu luar angkasa yang bermukim di Bali.


Setelah membeli batu meteor dari Josua, sejumlah media menyebut Jared mengirimkannya nanti AS. Batu itu dilaporkan dibeli Jay Piatek, seorang pria bergelar doktor dan kolektor rock meteor di sentral Kajian Meteor, Arizona State University.


Pecahan batu tersebut kemudian dijual back seorang kolektor detik melalui situs jual-beli eBay seharga 757 poundsterling (Rp14,1 juta) every gram, menurut harian Inggris itu.


Oleh The Sun, nomor tersebut dikalikan 1.800 gram sehingga muncullah angka hampir 14 juta poundsterling.